Ingat Faktor yang Menyebabkan Kecelakaan Fatal

Kompas.com - 18/09/2019, 07:12 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada dasarnya, kecelakaan lalu lintas terjadi disebabkan tiga faktor yakni, manusia, jalan, dan juga kendaraan. Atau, bisa juga karena kombinasi ketiga faktor tersebut.

Faktor manusia, sebagaimana dijelaskan pendiri dan instruktur senior Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu erat kaitannya dengan perencanaan berkendara, kecepatan berkendara, menjaga jarak aman, serta mental atau teknik berkendara.

"Pengendara yang egois atau merasa dirinya paling tahu dan benar terkait aturan berkendara tak jarang mengakibatkan kecelakaan jalan," katanya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kecelakaan di Lampung, Kompetensi Sopir Truk dan Bus Dipertanyakan

Ilustrasi kecelakaan bus.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan bus.

Sedangkan faktor jalan meliputi kontur jalan seperti tanjakkan, permukaan jalan yang lebih licin, dan sebagainya. Maka sudah menjadi kewajiban untuk para pengendara yang ingin melintas di kawasan baru, menggali informasi tentang jalan tersebut lebih dahulu.

Selanjutnya dan yang sering diabaikan adalah faktor kendaraan itu sendiri. Banyak hal yang menjadi penyebab kecelakaan karena terlalu cuek kepada kendaraannya sendiri seperti tiba-tiba ban bocor, rem blong, hingga kelebihan muatan karena tidak mengetahui batas angkut kendaraannya.

"Padahal, mengetahui kendaraan sedang tidak dalam kondisi optimal sangat mudah. Tapi miris bahwa masih banyak yang cuek terhadap hal tersebut," ujar Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana.

Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.Shutterstock Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.

Baca juga: Soal Tekanan Ban, Baiknya Pakai Nitrogen atau Udara Biasa

Dirinya menyampaikan, baiknya sebelum kendaraan dibawa jalan selalu lakukan pengecekan tekanan ban dan rem. Terlebih ketika ingin berpergian jauh.

"Ini tidak sulit melakukannya, sangatlah mudah. Apalagi mobil sekarang informasi seperti itu sangat mudah didapat," katanya.

Tapi, ketika kendaraan sudah dinilai siap dibawa beraktifitas, bukan berarti pengemudi bisa bebas untuk menggunakan jalan. Ingat selalu bahwa jalan raya merupakan hak semua orang, jangan ceroboh atau selalu waspada.

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019). Kecelakaan yang melibatkan 6 buah sepeda motor dan dua mobil ini mengakibatkan 4 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019). Kecelakaan yang melibatkan 6 buah sepeda motor dan dua mobil ini mengakibatkan 4 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

"Jangan punya pikiran bahwa jalan raya itu milik sendiri dan kita sudah sangat ahli dalam mengendalikan mobil atau motor, itu salah. Selalu waspada, apalagi ketika jalan sepi, karena potensi kecelakaan lebih besar seperti tiba-tiba ada orang menyebrang dan sebagainya," ujar Jusri.

"Selalu ingat, hal kecil bisa menyebabkan sesuatu yang besar," katanya lagi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X