Hino Sebut Kecelakaan Truk di Tol Cipularang Bukan Karena Rem Blong

Kompas.com - 13/09/2019, 11:42 WIB
Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARPetugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Olah tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan beruntun di Tol Cipularang Km 91 pada 2 September 2019 lalu telah menghasilkan sebuah kesimpulan.

Tim teknis dari PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut, telah mengecek dua unit dump truck yang diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Prasetyo Adi Yudho, Product Division Head PT HMSI, saat dihubungi Kompas.com (13/9/2019), mengatakan jika kedua truk dari segi teknis dalam kondisi laik jalan.

Baca juga: Terlibat Kecelakaan Tol Cipularang, Hino Kirim Tim Investigasi

Kendaraan melintas saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan Contra Flow tersebut diberlakukan selama proses olah tkp kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Kendaraan melintas saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan Contra Flow tersebut diberlakukan selama proses olah tkp kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang.

Spekulasi soal kemungkinan rem blong pun terbantahkan. Menurut Adi, fungsi rem kedua truk usai diperiksa setelah kecelakaan diklaim masih normal.

Baca juga: Angka Kecelakaan Tahun 2019, Truk dan Sepeda Motor Sering Terlibat

“Dari segi teknis dua-duanya aman, bukan karena rem blong. Tapi lebih ke overload, sehingga kemampuan rem menurun karena beban yang diangkut melebihi kapasitas maksimal,” katanya.

Selain itu, Adi juga mengatakan bahwa pengemudi truk tidak memanfaatkan exhaust brake. Padahal fitur rem tambahan ini amat membantu kendaraan besar seperti truk dan bus, terutama di jalan menurun.

Baca juga: Mesin Over Running, Penyebab Truk Hino Kecelakaan di Tol Cipularang

“Selain overload, penyebab berikutnya diduga sopir tidak memanfaatkan exhaust brake. Padahal ini sangat berperan untuk mengurangi laju truk,” jelasnya.

Polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di ruas tol Purbaleunyi, Selasa (3/9/2019).KOMPAS.COM/FARIDA Polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di ruas tol Purbaleunyi, Selasa (3/9/2019).

Seperti diketahui sebelumnya, kecelakaan fatal melibatkan puluhan kendaraan terjadi di Tol Cipularang, pekan lalu.

Baca juga: Ratusan Truk Terjaring Operasi ODOL Cipularang

Awalnya ada truk tanah terguling karena gagal mengendalikan kecepatan. Setelahnya, ada truk pengangkut tanah lagi yang juga gagal melakukan pengereman, hingga menabrak kendaraan lain di depannya, yang sedang mengantre akibat kecelakaan truk tanah pertama.

Akibat kerasnya tabrakan, beberapa mobil ringsek bahkan ada yang sempat terbakar. Polisi berserta dinas terkait, sudah melakukan olah TKP, dengan melibatkan Hino untuk mencari sebab pasti kecelakaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X