Nissan Leaf Bisa Dijadikan Genset Rumah

Kompas.com - 11/09/2019, 08:42 WIB
Nissan Leaf di Karawang, Jawa Barat. Nissan Leaf di Karawang, Jawa Barat.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak hanya datang sebagai kendaraan ramah lingkungan, Nissan Leaf rupanya memiliki kelebihan lain sebagi mobil listrik yang siap dipasarkan di Indonesia pada 2020 mendatang.

Kelebihan yang dimaksud adalah soal kemampuan Nissan Leaf untuk dijadikan sebagai genset semacam powerbank, sebagaisumber listrik cadangan saat daya di rumah mati.

Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Isao Sekiguchi, mengatakan, ketika di Tokyo mengalami black out akibat angin topan, banyak pemilik rumah yang menjadi Leaf sebagai sumber listrik.

Baca juga: Nissan Kasih Garansi Baterai Leaf Sampai 8 Tahun

"Leaf ini bisa dijadikan sumber listrik cadangan untuk rumah seperti saat kemarin Tokyo dihantam angin topan dan black out. Leaf dijadikan energi listrik cadangan di sana," ucap Sekiguchi kepada wartawan dalam sesi media test drive Nissan Leaf di Proving Ground Bridgestone, Karawang, Jawa Barat Senin (9/9/2019) lalu.

All New Nissan Leaf All New Nissan Leaf

Menurut Sekiguchi, dalam kondisi baterai yang terisi penuh, Nissan Leaf mampu memberikan sumber energi listrik cadangan untuk rumah selama empai hari. Praktik ini telah dilakukan Nissan di Jepang pada 7.000 rumah yang terkoneksi dengan Leaf.

Tidak hanya itu, Nissan juga sudah berkomitmen dengan pemerintah di Jepang untuk menjadi Leaf sebagai mobil darurat ketika ada bencan alam dan listrik padam.

Untuk menjadikan Leaf sebagai genset di rumah, menurut Senior Manager Research and Development NMI Jauhari Adzannis, sebenarnya tidak terlalu sulit. Pasalnya Leaf memang sudah mengusung pengisan daya dua arah, disebut Vehicle to Home or Grid.

Baca juga: 4 Keunggulan Mobil Listrik Nissan Leaf

Mobil listrik Nissan Leaf di Karawang, Jawa Barat. Mobil listrik Nissan Leaf di Karawang, Jawa Barat.

Seperti diketahui, Leaf dilengkapi dengan dua model pengisian daya, yakni AC dan DC. Untuk AC bisa digunakan pengisian normal di rumah, sementar DC untuk fast charging yang membutuhkan daya lebih besar.

"Jadi untuk menggunakan tenaga listrik dari baterai Leaf ke rumah tentunya harus mengubah daya dari DC bertegangan tinggi ke AC 200V. Alatnya itu menggunakan Power Control System atau PCS yang terhubung ke papan distribusi rumah tangga, alat ini biasanya menyatu dengan home charging," kata Jauhari.

Lebih detail Jauhari menjelaskan, PCS memiliki fungsi untuk mengkonversi atau mengubah daya listrik dari baterai Leaf serta mengontrol jumlah suplai daya yang dikeluarkan

Baca juga: Bedanya Teknologi Hybrid e-Power pada Nissan Note

Nissan Leaf dan Note e-Power di Karawang, Jawa BaratStanly Nissan Leaf dan Note e-Power di Karawang, Jawa Barat

"Jadi tidak hanya untuk mengisi tapi bisa disalurkan sebagai sumber listrik rumah. Outputnya sesuai dengan kapasitas baterai di mobil, 40 kWh, bila rumah full sehari 1.300 watt maka hitunganya bisa untuk empat hari," ujar dia.

Teknologi daya baterai listrik ini sebenarnya juga dimilliki Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Tapi bedanya, Outlander bukan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle) seperti Leaf.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X