Soal Pembatasan Mobil Tua, Ini Harapan Komunitas Volkswagen Indonesia

Kompas.com - 10/09/2019, 12:22 WIB
Deretan mobil klasik milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018). Kompas.com/Alsadad RudiDeretan mobil klasik milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merencanakan pembatasan mobil usia 10 tahun ke atas. Rencana ini sempat disinggung, karena kondisi polusi udara di Jakarta yang makin pekat dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa komunitas penggemar mobil klasis sempat mengutarakan pendapatnya perihal kebijakan ini. Salah satunya Didit Soedarto, Ketua Harian 1 Volkswagen Indonesia Association (VIA).

“Yang kami harapkan dibatasi saja penggunaannya, paling enggak itu. Mungkin hanya boleh sabtu atau minggu saja, atau hari tertentu saja,” ujarnya saat ditemui Kompas.com dalam press conference Jambore Nasional VW ke-50 di Jakarta (7/9/2019).

Baca juga: Wacana Pembatasan Mobil Tua Sudah Ada Dari Dulu

Foto yang diambil pada 24 Juni 2018 ini memperlihatkan sederet mobil VW Kodok yang berpartisipasi dari sebuah reli untuk meramaikan VW Beetle Day ke-23 di Bangalore, India. AFP/MANJUNATH KIRAN Foto yang diambil pada 24 Juni 2018 ini memperlihatkan sederet mobil VW Kodok yang berpartisipasi dari sebuah reli untuk meramaikan VW Beetle Day ke-23 di Bangalore, India.

Seperti diketahui, mobil-mobil yang tergabung dalam komunitas VIA umumnya diproduksi mulai tahun 1950-an hingga 1970-an. Mobil-mobil mereka diklaim masih sehat, dan boleh dicek perihal emisi gas buangnya.

“Tanpa ada himbauan pembatasan, kami sebetulnya sudah membatasi. Karena kita sangat sayang pada kendaraan, ada yang dijadikan aset, dijadikan investasi,” jelasnya.

“Selain itu, mobil klasik sebetulnya kan aset bangsa. Tidak banyak negara yang masih menyimpan mobil-mobil seperti ini,” sambung Didit.

Baca juga: Soal Larangan Mobil Tua di Jakarta, Ini Kata Menhub

Suryantoro Waluyo (49) bersama Kesatria Putih atau White Knight, nama mobil Volkswagen Beetle putih miliknya yang dipamerkan di ajang Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2017, Jogja Expo Center (JEC), Jalan Janti, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (19/11/2017).KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S Suryantoro Waluyo (49) bersama Kesatria Putih atau White Knight, nama mobil Volkswagen Beetle putih miliknya yang dipamerkan di ajang Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2017, Jogja Expo Center (JEC), Jalan Janti, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (19/11/2017).

Sempat ada isu yang menyebutkan mobil tua masih boleh beredar, namun tarif pajak yang dikenakan bakal meningkat. Meski begitu, Didit mengatakan kurang sependapat dengan ide tersebut.

“Kami bukan melawan, tapi kami maunya dibatasi saja harinya. Kalau pajak dimahalin mungkin teman-teman akan menolak, karena VW klasik terkenal punya pajak murah,” tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X