Hindari Kecelakaan, Truk Wajib Periksa Ban dan Rem Sebelum Berangkat

Kompas.com - 09/09/2019, 16:42 WIB
Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARPetugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Insiden tabrakan yang melibatkan truk belakangan ini sering terjadi. Beberapa faktor teknis disinyalir jadi penyebab mudahnya truk terlibat dalam kecelakaan.

Isdanarto, Competence Development Head PT Wahana Inti Selaras (Volvo Trucks Indonesia), yang sering memberikan pelatihan kompetensi berkendara kepada para sopir truk, mengatakan kecelakaan bisa terjadi karena abai melakukan inspeksi harian.

“Di tempat kami hal itu menjadi faktor penilaian penting. Inspeksi harian misalnya mengecek lampu-lampu, kelengkapan surat-surat berkendara, rem dan ban, semua dicek secara kasat mata,” ujarnya saat ditemui Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Ini Dua Titik Blind Spot Truk, Pengendara Lain Wajib Tahu

Kecelakaan truk di Tol Jakarta-CikampekRidwan Aji Pitoko Kecelakaan truk di Tol Jakarta-Cikampek

Pengecekan bagian kaki-kaki menjadi salah satu hal terpenting, sebab menurutnya banyak sekali kasus kecelakaan truk karena rem blong atau ban pecah.

“Pengecekan rem dengan melihat kampas rem sudah tipis atau belum, kalau sudah tentu harus segera diganti. Sementara pengecekan ban paling mudah dengan selalu memantau tekanan angin sesuai anjuran,” terang Isdanarto.

Menurutnya, kejadian pecah ban biasanya terjadi karena faktor ban kurang angin. Selain itu, penting juga melihat kembangan ban. Apabila sudah tipis, tentu wajib dilakukan penggantian.

Baca juga: Tiga Hal Teknis Penyebab Maraknya Kecelakaan Truk

Truk fuso penuh muatan kaca yang terjungkal di sisi jalan lintas timur  Palembang-Ogan Ilir akibat menghindari tabrakan. Ratusan keping kaca pecah akibat kejadian ituKOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Truk fuso penuh muatan kaca yang terjungkal di sisi jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir akibat menghindari tabrakan. Ratusan keping kaca pecah akibat kejadian itu

“Ban truk umumnya diganti setiap tiga bulan sekali, hal ini dipengaruhi muatan, permukaan jalan yang dilalui juga pengaruh sekali. Kalau di on road usia ban bisa sampai 80.000 Km, itu kalau jalan setiap hari selama tiga bulan,” ungkapnya.

Sementara itu soal ban vulkanisir, Isdanarto mengatakan bahwa hal tersebut merupakan solusi yang lebih efisien dibanding mengganti dengan ban yang baru. Namun ia tidak begitu merekomendasikan penggunannya, sebab tidak ada standarisasi ban vulkanisir.

“Ban vulkanisir saya sebetulnya belum pernah mengetes, tapi kalau ditanya aman atau tidak, menurut saya tergantung pengerjaan vulkanisirnya seperti apa,” tutupnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X