Tiga Hal Teknis Penyebab Maraknya Kecelakaan Truk

Kompas.com - 09/09/2019, 10:42 WIB
Truk yang sebabkan tabrakan beruntun di Cipularang Truk yang sebabkan tabrakan beruntun di Cipularang
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi lalu lintas Indonesia belakangan diwarnai beberapa kecelakaan hebat, paling teringat tentu saja tabrakan beruntun di Tol Cipularang yang melibatkan hingga puluhan kendaraan pada Senin (2/9/2019).

Maraknya kecelakaan yang terjadi, umumnya disebabkan oleh truk. Entah karena over dimension dan over load (ODOL), karena perawatan truk yang kurang apik, atau karena pengemudinya yang lalai.

Isdanarto, Competence Development Head PT Wahana Inti Selaras ( Volvo Trucks Indonesia), saat ditemui Kompas.com belum lama ini mengungkapkan, beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Baca juga: Banyak Truk yang Beroperasi Tanpa Uji Kir

Kecelakaan di Bintaro yang melibatkan lima kendaraan, Jumat (6/9/2019).Kompas.com/ B. M. Wahanaputra Ladjar Kecelakaan di Bintaro yang melibatkan lima kendaraan, Jumat (6/9/2019).

“Yang pertama tentu karena sistem remnya, kalau sampai ngeblong berarti sistem remnya tidak bagus. Harusnya kalau truk tiba-tiba ngeblong, tinggal injak rem bisa teratasi,” katanya.

“Tapi banyak sekali yang terjadi seperti itu, berarti ada komponen yang harusnya sudah diganti, tapi tidak diganti. Biasanya kalau sudah dipakai ngerem sekali, habis itu sudah tidak ada remnya,” sambung Isdanarto, yang rutin memberikan pelatihan kompetensi berkendara bagi para sopir truk.

Kedua adalah soal tenaga atau kemampuan mesin, menurutnya di Indonesia banyak truk yang tidak membawa barang sesuai kemampuannya. Truk yang kapasitas maksimalnya 30 ton, membawa barang hingga 45 ton bahkan lebih.

Baca juga: Pengusaha Truk Overload di Kecelakaan Tol Cipularang Bisa Diamankan

Polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di kilometer 91  tol Purbaleunyi, Selasa (3/9/2019).KOMPAS.COM/FARIDA Polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di kilometer 91 tol Purbaleunyi, Selasa (3/9/2019).

“Orang-orang Indonesia paling sering nih overload. Mesinnya enggak sanggup, makanya sering ada kasus truk tidak kuat menanjak atau mundur sendiri. Tentu saja itu karena tidak sesuai,” terangnya.

Terakhir, faktor teknis penyebab kecelakaan truk adalah kompetensi mengemudi sopirnya. Isdanarto berujar jika faktor manusia dalam kecelakaan bahkan bisa berkontribusi hingga 90 persen.

“Pokoknya mau apapun faktornya, manusia mengambil porsi paling besar. Sementara lingkungannya (lalu lintas, cuaca, dan sebagainya) itu sekitar 30 persen, dan 10 persen dari truknya,” tutupnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X