Ekspor Otomotif Indonesia Tumbuhkan Tren Positif

Kompas.com - 09/09/2019, 09:22 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri otomotif pada semester pertama 2019 menunjukkan tren positif. Dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya, produk otomotif dan onderdil naik 6,94 persen.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sepanjang semester pertama tahun ini kinerja sektor otomotif berhasil menyentuh angka 3,68 miliar dollar AS atau surplus 154,37 juta dollar AS.

Capaian ini berbanding lurus dengan kinerja ekspor mobil secara utuh (Completely Built-Up/CBU) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo).

Pada periode Januari-Juli 2019, sudah ada 136.959 unit mobil racikan Indonesia yang dikapalkan ke berbagai negara. Dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut naik 21,8 persen.

Baca juga: Pemerintah Upayakan Mobil Listrik Nasional Hadir di Tahun 2022

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Pertumbuhan ekspor mobil paling tinggi dicatatkan oleh Mitsubishi Motors lewat model Xpander yang mulai serius, seingga naik 974,4 persen, menjadi 24.356 unit. Sedangkan ekspor terbesar masih dipegang oleh merek Toyota.

Mobil paling banyak diekspor adalah Rush (5.251 unit), Fortuner (5.162 unit), Xpander (4.336 unit), Vios (3.252 unit), Ertiga (3.203 unit), Avanza (3.065 unit), Agya (1.793 unit), Innova (1.161 unit), dan disusul model lainnya seperti Town Ace serta Sienta.

Di samping itu, ekspor mobil dalam keadaan terurai (Completely Knock Down/CKD) juga mengalami peningkatan lebih dari 900 persen. Kontributor terbesarnya adalah Honda dengan model Brio sebanyak 374.225 unit, yang di mana sebelumnya hanya berhasil ekspor 28 unit saja.

Sedangkan ekspor dalam bentuk komponen meningkat sebesar 7.3 persen dengan total ekspor komponen sebanyak 43,6 juta set. Ekspor komponen terbesar dipegang oleh Toyota, Honda, Suzuki dan disusul Hino.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X