Kompas.com - 03/09/2019, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sudah mencanangkan program percepatan kendaraan listrik di Indonesia. Program ini sudah ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur soal kendaraan berbasis elektrik.

Kendaraan ramah lingkungan ini ada beberapa macam teknologinya, seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), dan BEV (Battery Electric Vehicle).

Berikut penjelasannya:

HEVIstimewa HEV

HEV

HEV (Hybrid Electric Vehicle) atau hibrida merupakan mobil ramah lingkungan yang masih mengandalkan mesin konvensional.

Mesin tersebut diberi motor listrik sebagai sumber tenaga tambahan yang mengambil tenaganya dari baterai.

Mobil hibrida atau hybrid tidak membutuhkan stasiun pengecasan. Pengisian baterainya didapat dari hasil kinerja mesin dan juga pengereman.

Mobil hybrid bisa mengkonsumsi bahan bakar lebih irit hingga dua kali dibanding mobil konvensional.

PHEVIstimewa PHEV

PHEV

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehilce) bisa dibilang setingkat lebih irit di atas HEV.

Mobil listrik ini masih menggunakan mesin berbahan bakar sebagai penambah jarak tempuh atau sebagai pengisi daya baterai. Namun, pengisian baterai tidak optimal, tetap butuh pengecasan menggunakan daya yang besar.

Baca juga: Pameran Mobil Listrik Indonesia Electric Motor Show 2019 Digelar Besok

Mobil listrik BMW i3s dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Mobil listrik BMW i3s dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.

BEV

Battery Electric Vehicle (BEV), sumber tenaganya benar-benar hanya mengandalkan baterai saja.

Dengan demikian, mobil listrik jenis BEV sangat tergantung dari yang namanya stasiun pengisian. Pengemudi mobil ini harus cermat dalam memperhitungkan jarak dengan kapasitas baterai yang tersisa.

Khusus di Indonesia, stasiun pengisian daya baterai belum sebanyak pom bensin. Mobil BEV memang lebih efisien dan irit dibanding HEV atau PHEV, tapi harga baterainya sekarang ini masih sangat tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.