Kompas.com - 29/08/2019, 10:22 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Berfungsi untuk menjaga kestabilan dan kenyamanan berkendara, ban merupakan salah satu komponen di kendaraan yang kerjanya cukup berat. Terlebih, ban adalah satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan jalan.

Maka, penting hukumnya untuk memastikan komponen berbentuk bundar tersebut dalam kondisi optimal. Khususnya ketika Anda ingin berkendara dengan jarak yang cukup panjang dan kurang bersahabat.

Kepala Bengkel Suzuki Natar (Lampung) Sugeng Riadi, menyatakan, menjaga ban tetap pada kondisi optimal sangat mudah. Yaitu, pastikan tekanan angin sesuai dengan kapasitas kendaraan dan jaga batas muatannya.

"Kalau untuk kendaraan pribadi, ada baiknya menggunakan tekanan angin yang sesuai dengan buku pedoman. Biasanya, dalam keadaan normal ukurannya kisaran 28 untuk depan dan belakangnya 30. Kalau muatannya penuh dan sedikit berat, ada baiknya ditambah," katanya kepada Kompas.com di sela-sela perjalanan Merapah Trans Sumatera 2019, Lampung, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Jajal Ketangguhan Ertiga dan Baleno dalam Merapah Trans Sumatera 2019

Suzuki Ertiga dan Baleno jadi kendaraan utama tim Merapah Trans Sumatera 2019KOMPAS.com/Kristianto Suzuki Ertiga dan Baleno jadi kendaraan utama tim Merapah Trans Sumatera 2019

Lalu, jika berkendara di siang hari, baiknya tiap 3 jam sekali lakukan istirahat karena ada potensi meningkatnya temperatur di ban yang disebabkan panas. Jika dibiarkan, ban bisa lelah dan pecah.

Terlebih pada ruas tol yang terbentang dari Bakauheni hingga Palembang-Indralaya, yang tim Merapah Trans Sumatera 2019 lalui tidak semuanya mulus. Masih ada beberapa ruas jalan yang bergelombang dan cukup banyak krikil halus.

Tim Merapah Trans Sumatera saat pelepasan perjalanan bersama tim sponsor dari Suzuki, Pegipegi dan Sompo di Menara Kompas, Jakarta, Senin (26/8/2019) pagi.Dok. Kompas.com Tim Merapah Trans Sumatera saat pelepasan perjalanan bersama tim sponsor dari Suzuki, Pegipegi dan Sompo di Menara Kompas, Jakarta, Senin (26/8/2019) pagi.

Mengetahui ban yang masih layak pakai, Sugeng melanjutkan, juga tidak sulit. Yakni, bentuk tidak berubah (tidak mengembung atau peang), tidak ada benda tajam seperti paku, dan sebagainya.

"Pada alur ban, biasanya terlihat batas limit yang sudah aus, indikatornya terletak di tengah alur ban. Kalau permukaan ban sudah mendekati batas limitnya, itu harus diperhatikan," katanya.

Kondisi ban yang kurang optimal akan mempengaruhi kemampuan pengereman kendaraan. Di samping itu, pada jalanan basah, mobil akan semakin sulit dikendalikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.