Awas, Pakai BBM Premium dan Pertalite Garansi Mobil Bisa Gugur

Kompas.com - 20/08/2019, 12:11 WIB
Mobil sedang mengisi bensin subsidi. Tribunnews/ NurudinMobil sedang mengisi bensin subsidi.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah bahan bakar minyak ( BBM) tidak berkualias rupanya tidak hanya soal menyumbang polusi udara buruk, tetapi juga bisa merugikan pemilik mobil. Salah satu masalah yang kerap kurang disadari oleh pengguna mobil ialah seperti gugurnya garansi kendaraan.

Menurut Service Department Head 2W, 4W, dan Marine PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Riecky Patrayudha, masalah bahan bakar sebenarnya sudah dipatok oleh pihak pabrikan mana yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

"Teknisnya begitu. Bila tidak menggunakan bahan bakar yang telah direkomendasikan, bila terjadi kerusakan pada mobil dan diketahui akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, itu tidak akan di-cover. Garansi gugur," ujar Riecky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Ingat, Mobil Murah Dilarang Konsumsi BBM Premium dan Pertalite

Lebih lanjut Riecky menjelaskan, sebenarnya banyak kerugian lain yang bisa diderita pemilik mobil akibat masalah penggunaan oktan BBM yang tak sesuai, dari tarikan mesin yang berat sampai mobil yang menjadi lebih boros.

Akumulasi dari kerugian-kerugian tersebut akan berdampak fatal di kemudian hari. Sebagai contoh sampai saluran injeksi yang rusak atau catalytic converter yang bisa jebol.

Petugas memeriksa alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, sebelum peluncuran di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). PT Pertamina (Persero) akan menjual Pertalite RON 90 pertama kali pada Jumat, 24 Juli mendatang di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.TRIBUN NEWS / IRWAN RISMAWAN Petugas memeriksa alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, sebelum peluncuran di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). PT Pertamina (Persero) akan menjual Pertalite RON 90 pertama kali pada Jumat, 24 Juli mendatang di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

"Memang dampaknya mobil langsung rusak itu tidak langsung seperti kita makan cabai, tapi bertahap dan hingga menjadi akumulasi. Kebiasaan itu lambat laun akan merusak beberapa komponen mobil," kata Riecky.

Senada dengan Riecky, Suparman selaku Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso juga mengatakan hal demikian. Menurut Suparman, selama ini penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai selalu menjadi dilema tersendiri.

Baca juga: Ketahui Dampak Buruk Mobil Murah Pakai BBM Premium dan Pertalite

Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite, di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) hari ini mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp 8.400 per liter.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite, di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) hari ini mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp 8.400 per liter.

Masalah rekomendasi dari pabrikan, menurut Suparman, hampir semua mobil pastinya disarankan menggunakan RON 92 meskipun mobil tersebut masuk dalam ketegori mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Hal ini tidak hanya untuk menekan emisi buruk, tapi juga untuk menjaga performa dari mobil itu sendiri.

"Secara umum pastinya pemilik mobil sudah tahu dampak menggunakan BBM yang tak dianjurkan, tapi itu tidak bisa kita wajibkan karena mobil milik konsumen. Poin kedua harus kita akui, tidak semua wilayah di Indonesia tersedia BBM yang berkualitas. Jadi memang sedikit dilema," ucap Suparman.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X