Tanggapan Suzuki Perihal Motor Jadi Penyumbang Polusi di Jakarta

Kompas.com - 19/08/2019, 16:02 WIB
Suasana kepadatan di jalur Pantura Palimanan, saat kendaraan pemudik melintas di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). H+4 Lebaran yang jatuh pada Minggu (9/6) merupakan puncak arus balik jalur Pantura yang didominasi kendaraan sepeda motor. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARASuasana kepadatan di jalur Pantura Palimanan, saat kendaraan pemudik melintas di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). H+4 Lebaran yang jatuh pada Minggu (9/6) merupakan puncak arus balik jalur Pantura yang didominasi kendaraan sepeda motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua ikut menanggapi klaim Komite Penghapusan Bensin Bertimbal ( KPBB), yang menyebutkan sepeda motor menjadi kendaraan penyumbang polusi terbesar di DKI Jakarta.

Banggas Pardede, Marketing Manager 2W PT SIS mengatakan, klaim tersebut perlu dibahas lebih rinci lagi. Sebab, masih ada beberapa hal yang tidak terungkap dan menjadi bahan pertanyaan.

"Setiap kendaraan yang menggunakan mesin bakar pada prinsipnya akan mengeluarkan emisi gas buang. Namun, ini patut kita lihat secara keseluruhan. Karena untuk mengatakan emisi motor terbesar atau terkecil, kita belum bisa bicara benar atau tidak karena masih ada moda transportasi lain yang juga keluarkan emisi," kata Banggas ketika dihubungi Kompas.com di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Baca juga: Motor Disebut Penyumbang Polusi Terbesar di Jakarta, Ini Kata Pengamat

Kendati demikian, lanjut Banggas, pemerintah tentu telah memikirkan hal-hal mengenai emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan. Contoh saja ada kebijakan perpanjangan pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil genap.

"Setiap kebijakan, pemerintah sudah pasti memperhatikan titik keseimbangan antara dampak lingkungan dan perekonomian. Sebab, pemerintah ingin pembangunan yang berkelanjutan dan kami sebagai APM (Agen Pemegang Merek) mendukung semua kebijakan tersebut," ujar Banggas.

Baca juga: Bukan Hanya Motor, Semua Kendaraan Menyumbangkan Polusi Udara

Terlepas itu semua, pihak SIS tetap mengapresiasi hasil kajian dari KPBB tentang polusi di Indonesia khususnya DKI Jakarta.

"Kita belum bisa berkata banyak sebab baru dapat informasinya juga. Jadi, belum bisa katakan klaim ini benar atau tidak," ucap Banggas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X