Kendala Toyota HiAce Buat Jadi Angkot di Jakarta

Kompas.com - 16/08/2019, 11:02 WIB
Jaminan kenyamanan menjadi penumpang Toyota Hiace.TAM Jaminan kenyamanan menjadi penumpang Toyota Hiace.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus berupaya menyediakan transportasi umum yang lebih nyaman dan aman buat masyarakat. Salah satu tujuan utama, agar pengguna kendaraan pribadi mau beralih menggunakan angkutan umum, tetapi harus dibuat lebih bagus dari sebelumnya.

Bahkan, langkah ini juga diambil sebagai solusi diberlakukannya perluasan sistem ganjil genap. Moda yang diwacanakan, yakni sejenis '' mikrolet'' atau minibus, dan akan dikelola oleh pihak TransJakarta dan sejumlah operator lainnya.

Melihat kesempatan ini, Auto2000 sebagai diler Toyota menawarkan Toyota HiAce. Minibus impor ini punya cukup nama, karena sering dipakai sebagai mobil travel yang sanggup membawa penumpang 16 orang.

Toyota Hiace tipe Luxury meluncur di GIIAS 2017.TAM Toyota Hiace tipe Luxury meluncur di GIIAS 2017.

Baca juga: Toyota HiAce Cocok Jadi Angkot Berfasilitas AC

Biyouzmal, Operation Manager Auto2000 Wilayah DKI 1 mengatakan, saat ini hal tersebut masih tahap pembicaraan. Sebab Dishub memanggil beberapa merek mobil mana yang cocok dijadikan moda ini.

'Untuk spesifikasi dan persyaratannya apa saja itu ada di Dishub. Tetapi salah satunya, persyaratannya adalah kendaraan di bawah enam meter, kami sebagai diler menawarkan HiAce," katanya kepada Kompas.com, Kamis (15/8/2019)

Kendala

Namun kendalanya, HiAce merupakan produk CBU alias masih impor. Sedangkan kompetitor sejenis, yakni kendaraan penumpang massal dengan panjang di bawah 6 meter, saat ini sudah banyak yang dirakit di Indonesia.

Ada tiga model yang cukup familiar. Ketiganya biasanya ditemukan untuk armada travel. Seperti Hino Dutro 110 SDLR dengan panjang 5.951 mm. Kemudian Isuzu Elf long seat dan Mitsubishi Colt FE 71 Long Bus Chassis yang mampu mengangkut 17 penumpang. 

Baca juga: Dukung Ganjil Genap, Toyota HiAce Bakal Disulap Jadi Angkot

Belum lagi biasanya mobil yang masuk kelas minibus itu masuk ke karoseri untuk disesuaikan dengan permintaan kustomer, yang dalam hal ini merupakan Dishub dan atau TransJakarta sebagai operator.

"Karena ini proses karena kami hanya menawarkan yang ada (HiAce), terlepas nanti kebijakannya siapa yang dipilih itu urusan TransJakarta," kata Biyouzmal.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X