Seberapa Besar Dampak Mati Listrik untuk Pabrik Otomotif?

Kompas.com - 06/08/2019, 12:20 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa sejak Minggu (4/8/2019) sampai Senin (5/8/2019) membuat aktivitas warga terganggu. Salah satunya kegiatan produksi kendaraan di Indonesia.

Kebutuhan listrik di pabrik sangatlah besar. Bahkan, jika listrik padam peranannya tak bisa digantikan oleh generator set (genset), sebagaimana dikatakan Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam.

"Kebetulan pada hari Minggu kita tidak produksi, namun di hari Senin pabrik belum pulih normal. Sedikit mengganggu jadwal produksi kami. Namun dampaknya tidak besar, sebab masih bisa diabsorb dengan produksi harian," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Senada dengannya, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra pun menyatakan pentingnya listrik untuk pabrik produksi kendaraan.

Baca juga: Mati Listrik Jadi Ganjalan Elektrifikasi di Indonesia?

"Pabrik itu sangat butuh pasokan listrik dari PLN, tidak bisa tergantikan dengan genset. Namun dari Daihatsu sendiri, karena pemadaman dilakukan saat weekend, dampaknya tak terlalu besar. Hanya Part Center di Cibitung saja yang belum normal (terganggu sampai hari Senin)," ujarnya.

Baik Toyota maupun Daihatsu berharap, insiden pemadaman listrik oleh PLN ini tidak lagi terulang. Sebab, kegiatan pabrik tidak akan berkerja optimal jika listrik mati. Lebih jauh, Indonesia sedang gencar untuk memasuki industry 4.0.

"Jika kita ingin jadi basis otomotif, infrastruktur listrik harus diperkuat. Jangan sampai frekuensi listriknya naik turun, bisa belang-belang nanti. Lagipula, saya rasa juga industri lainnya butuh kualitas supply listrik yang baik agar kita bisa memproduksi barang dengan kualitas tinggi," kata Bob.

Sebagai informasi, listrik PLN bermasalah sejak pekan kemarin (4/8/2019) akibat gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

Hal ini menyebabkan kegagalan (trip) di seluruh pembangkit listrik di sisi tengah dan barat jawa. Gangguan ini juga mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah mengalami listrik padam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X