5 Mobil Keluarga yang Disuntik Mati di Indonesia

Kompas.com - 01/08/2019, 12:43 WIB
Nissan Evalia memberikan nuansa lain desain modern MPV keluarga KompasOtomotifNissan Evalia memberikan nuansa lain desain modern MPV keluarga

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan Multi Guna alias Multi Purpose Vehicle (MPV) merupakan segmen yang cukup besar di pasar otomotif nasional. Pilihannya pun beragam, karena masing-masing produsen ikut bermain di kelas itu.

Namun, ada juga mobil jenis MPV atau keluarga yang ternyata penerimaannya di masyarakat tidak begitu baik. Berikut ini daftar mobil keluarga yang terpaksa dipensiunkan di Indonesia.

1. Nissan Evalia
Pertama kali dipasarkan tahun 2012, Nissan Evalia hanya bertahan hingga 2017. Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualannya terus menurun sejak pertama kali keluar. Dimulai dari 10.691 unit, berkurang hampir setengahnya, yakni 5.934 unit di tahun 2013. Di tahun berikutnya, kembali berkurang hingga 2.945 unit.

Tahun-tahun selanjutnya, penurunan penjualan mobil ini semakin merosot. Tahun 2015 turun 77,59 persen atau menjadi 660 unit. Tahun 2016 minus 11,06 persen atau hanya 578 unit. Terparah adalah tahun 2017, di mana penjualannya hanya 17 unit.

Honda Freed facelift yang sudah dikenalkan di Jepang.Honda Honda Freed facelift yang sudah dikenalkan di Jepang.

2. Honda Freed
Mulai dijual pada tahun 2009 hingga tahun 2016, selama tujuh tahun penjualan Honda Freed hanya sekitar 5.000 unit. Di tahun keenamnya saja, total penjualan Freed menurut data Gaikindo hanya mencapai 4.319 unit di Indonesia.

Mitsubishi Delica andalan baru PT KTBAzwar Ferdian/KompasOtomotif Mitsubishi Delica andalan baru PT KTB

3. Mitsubishi Delica
Perjuangan Mitsubishi Delica juga tidak bisa dibilang positif. Dimulai dari tahun 2014, penjualannya per bulan tidak pernah mencapai angka 1.000 unit. Sehingga, pada tahun 2018 mobil ini harus dipensiunkan. Data Gaikindo menyebutkan penjualan Delica sepanjang 2016 mencapai 312 unit, sedangkan tahun 2017 hanya terjual 171 unit. Dua bulan pertama di tahun 2016, MPV premium Mitsubishi itu baru terjual 26 unit.

Chevrolet Spin Activ bisa menjadi andalan saat keluar dari rutinitas.KompasOtomotif-donny apriliananda Chevrolet Spin Activ bisa menjadi andalan saat keluar dari rutinitas.

4. Chevrolet Spin
Penjualan Chevrolet Spin yang diluncurkan tahun 2013 terus merosot di tahun 2014. Padahal menurut data Gaikindo, di kuartal pertama 2015, penjualan Spin mencapai 3.135 unit. Di kuartal kedua terjun bebas menjadi 1.478 unit. Di tahun pertamanya, Spin bisa terjual 10.941 unit. Tapi, di tahun kedua hanya sanggup terjual 4.613 unit. Sehingga, keberadaannya harus hilang dari daftar penjualan Chevrolet di tahun 2015.

Penampilan Chevrolet Captiva milik salah satu anggota Captiva Chevy Club selepas touring melintasi Malaysia dan Brunei Darussalam. Febri Ardani Penampilan Chevrolet Captiva milik salah satu anggota Captiva Chevy Club selepas touring melintasi Malaysia dan Brunei Darussalam.

5. Chevrolet Captiva
Nasib buruk juga dialami oleh Chevrolet Captiva. Meluncur pada tahun 2007, mobil sport utility vehicle (SUV) ini resmi pensiun tahun 2018. Di tahun terakhirnya, periode Januari - September 2018, penjualan Captiva hanya mampu mencapai 71 unit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X