Langkah Kepolisian untuk Cegah Penggunaan Pelat Nomor Palsu

Kompas.com - 29/07/2019, 09:12 WIB
Polisi memberhentikan sebuah mobil bermerek Toyota Fortuner berwarna hitam dengan pelat nomor B 100 NAR di ruas Jalan MT Haryono ke arah Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/8/2018). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil-genap. KOMPAS.com/SHERLY PUSPITAPolisi memberhentikan sebuah mobil bermerek Toyota Fortuner berwarna hitam dengan pelat nomor B 100 NAR di ruas Jalan MT Haryono ke arah Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/8/2018). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil-genap.


JAKARTA, KOMPAS.com - Viral cerita pemilik kendaraan yang mendapat surat konfirmasi E-TLE karena pelat nomor palsu membuat Polda Metro Jaya bereaksi. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir, mengungkapkan, kepolisian segera melakukan beberapa langkah untuk menangani masalah pemalsuan pelat ini.

“Kami akan melakukan penertiban kendaraan di jalan raya dengan lebih efektif. Selain itu juga melakukan peningkatan tindakan kepada pelanggar secara lebih intens lagi,” ucap Nasir yang dihubungi Minggu (28/7/2019).

Kegiatan ini dilakukan untuk melihat pelat nomor yang tidak sesuai dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) asli yang dikeluarkan pihak kepolisian. Salah satunya yang tidak memiliki logo Kepolisian Republik Indonesia.

Hal lain yang dilakukan adalah penertiban pembuatan pelat nomor di pinggir jalan. Ini untuk mencegah pelat nomor palsu beredar dan disalah gunakan untuk kejahatan.

Baca juga: Ketahui Syarat untuk Pakai Pelat Nomor Cantik

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Melakukan penertiban pembuat pelat nomor di jalan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek) dalam undang-undang,” ucap Nasir.

Sebelumnya, warga net bernama Radityo Utomo dalam akun Twitter miliknya menceritakan pengalaman mendapatkan tilang E-TLE. Ia terkejut karena mendapati TNKB mobilnya digunakan kendaraan lain yang sejenis dengan mobil miliknya yakni Toyota Yaris.

Ia segera melakukan konfirmasi ke satpas E-TLE di Pancoran dan menjelaskan duduk perkaranya. Ia mengungkapkan waktu pelanggaran yang terekam kamera E-TLE ia sedang berada di rumah dan mobil yang terekam berbeda dengan mobilnya.

Petugas kepolisian pun segera memproses pembebasan blokir STNK milik Radityo dan berjanji akan menelusuri pemilik mobil Yaris pengguna pelat nomor palsu tersebut. Radityo pun membagikan pengalamannya tersebut dan menjadi perhatian masyarakat luas juga petugas kepolisian Polda Metro Jaya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X