Indonesia Bisa Jadi Pusat Manufaktur Kendaraan Listrik di ASEAN

Kompas.com - 24/07/2019, 15:49 WIB
Ilustrasi kendaraan listrik stanlyIlustrasi kendaraan listrik
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto, menyebut sebentar lagi pemerintah Indonesia akan merilis Peraturan Presiden (Perpres) terkait kendaraan listrik. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan Indonesia bisa jadi pusat manufaktur di ASEAN.

"Dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia akan menerbitkan pajak harmonisasi baru dan juga Perpres terkait kendaraan listrik (BEV)," kata Herjanto di GIIAS 2019, Tangerang, Rabu (24/7/2019).

Lalu, akan ada berbagai kebijakan fiskal juga yang mulai diterapkan tentang industri manufaktur otomotif di Indonesia seperti deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen dan aturan perpajakan bagi industri yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (RnD).

"Saya rasa, dengan hal tersebut akan banyak investor yang memutuskan berinvestasi di Indonesia. Lebih jauh, Indonesia bisa jadi pusat manufaktur kuat di ASEAN melihat banyak sektor industri di sini memiliki lapisan dan struktur penghubung yang mengalir dari hulu ke hilir," ujar Harjanto.

Baca Juga : Cara Indonesia Kejar Produksi 2,5 Juta Unit Kendaraan

Sayangnya, Harjanto masih enggan untuk memaparkan secara detail tentang Perpres kendaraan listrik maupun segala insentif yang diberikan untuk produsen terkait.

"Intinya, kita membangun industri otomotif tidak hanya untuk dalam negeri, tetapi juga ekspor. Kita juga sedang mengusahakan untuk lakukan akselerasi terkait RnD karena saat ini Indonesia masih sangat kecil untuk spendingnya. Tanpa ini, kita tidak bisa going global," ucap Harjanto.

Sejalan dengan hal tersebut, beberapa waktu lalu Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada banyak perusahaan gabungan yang tertarik untuk membangun pabrik bahan baku baterai lithium-ion di Indonesia, tepatnya di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. Total komitmen investasinya USD 4 miliar atau setara dengan Rp 56 triliun.

Baca Juga : Luhut: Perpres Kendaraan Listrik Segera Selesai

"CATL kongsian dengan LG, Volkswagen (VW), Mercedes, macam-macam itu, ingin semua sampai USD 4 miliar," kata Luhut.

Dari total komitmen ini, Luhut menyatakan sudah ada USD 1 miliar yang akan direalisasikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X