Fitur yang Hilang pada Jimny di Indonesia

Kompas.com - 23/07/2019, 07:42 WIB
Suzuki Jimny KOMPAS.com/RulySuzuki Jimny

TANGERANG, KOMPAS.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membawa Jimny langsung dari Jepang secara utuh berstatus completely built up (CBU) ke Indonesia. Kendati demikian, dibandingkan dengan Jimny di Jepang tidak 100 persen sama.

Yulius Purwanto, Head of 4W Product Development SIS, menyatakan, sebelum Jimny masuk ke Indonesia ada sedikit penyesuaian karena adanya perbedaan kondisi jalan dan karakteristik penggunanya. Tapi, penyesuaian tidak terlalu banyak.

Pertama adalah fitur kenyamanan saat Jimny menerobos jalanan bersalju atau dingin yakni penghangat. Fitur ini tidak begitu diperlukan warga Indonesia karena cuaca dingin yang ekstrem jarang terjadi bahkan hampir tidak pernah ada.

"Lagipula, sebenarnya AC sudah ada heater-nya. Jadi saya rasa warga Indonesia cukup untuk menggunakan AC saja kalau butuh penghangat," kata Yulius di GIIAS 2019, Tangerang, Senin (22/7/2019).

Baca Juga : Suzuki Perbolehkan Tukar Tambah Mobil Apapun Buat Beli Jimny

Selanjutnya adalah fitur automatic brake yang berfungsi untuk menghentikan laju mobil secara otomatis pada kecepatan tertentu jika terdeteksi ada sesuatu yang membahayakan di depan. Jimny di Indonesia juga tidak dilengkapi fitur membaca rambu lalu lintas secara otomatis.

"Hal ini karena kami rasa di Indonesia belum diperlukan. Lalu, Jimny juga diperuntukkan untuk off-road yang dimana, pengemudi pasti sudah sangat berhati-hati," ucap Yulius.

Rambu lalu lintas dengan kendaraan pun belum terkoneksi secara baik di Indonesia.

Walau begitu bukan berarti fitur keamanan Jimny yang ditawarkan di Indonesia tidak layak. Mobil sudah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS), Hill Hold Control (HHC), sampai Hill Descent Control (HDC). Disebutkan, kombinasi fitur itu sudah cukup untuk menjamin keamanan berkendara.

Baca Juga : Suzuki Jimny di Indonesia Diklaim Bebas Recall

Suzuki Jimny di GIIAS 2019 Suzuki Jimny di GIIAS 2019

"Lalu, Jimny di Indonesia baru kita tawarkan dengan kunci fisik belum keyless. Alasannya, karena orang Indonesia cenderung lebih ceroboh ketika kunci mobil sudah keyless dibanding kunci fisik. Jika mobil sudah dibawa off-road, masuk hutan, akan merepotkan jika tiba-tiba kunci hilang karena kebiasaan ceroboh itu," kata Yulius.

Di Indonesia, Jimny juga hanya ditawarkan dengan satu pilihan mesin bensin yakni 1.500 cc. Sedangkan di negara asalnya, Jimny memiliki mesin bensin 660 cc (Kei Car) dan 1.500 cc (Sierra).

"Paling tidak itu perbedaannya (Jimny di Jepang dengan Indonesia). Namun secara keseluruhan sebenarnya tak berbeda. Ke depannya, kita akan terus lakukan study bagaimana tanggapan konsumen tentang Jimny untuk dijadikan evaluasi (penambahan fitur di Jimny)," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X