BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Castrol

City Car "Sibuk" Selama Liburan, Saatnya Lakukan Perawatan

Kompas.com - 16/07/2019, 19:32 WIB
Tampak petugas dan warga tengah membantu mendorong serta mengganjal kendaraan pemudik yang mogok di jalur tanjakan Kamojang-Ibun. Foto Humas Polda Jabar Tampak petugas dan warga tengah membantu mendorong serta mengganjal kendaraan pemudik yang mogok di jalur tanjakan Kamojang-Ibun.

KOMPAS.com – Masyarakat perkotaan atau urban terkenal gesit dalam memanfaatkan waktu luang untuk pergi berlibur.

Lihat saja saat akhir pekan tiba, kota-kota yang dekat dengan Jakarta penuh dengan masyarakat urban. Contohnya Bandung.

Diwartakan Kompas.com Jumat (26/10/2018), PT Jasa Marga menyebut rata-rata ada 34.000 kendaraan melintasi gerbang tol Pasteur 2 setiap akhir pekannya.

Sebenarnya tak hanya akhir pekan, hal yang sama biasanya terjadi saat momen libur sekolah yang telah usai kemarin.

Jakarta misalnya, melansir Tribunnews.com Senin (14/7/2019), tepat H-1 jelang berakhirnya libur sekolah sebanyak 39.000 orang memadati kawasan wisata Ancol Taman Impian.

Diketahui, berlibur menuju tempat wisata memiliki berbagai cara. Ada yang menggunakan transportasi publik, tak sedikit pula menggunakan kendaraan pribadi.

Apabila Anda salah satu pengguna kendaraan pribadi, maka sekarang merupakan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan terhadap kendaraan, khususnya mobil berjenis city car, mengingat intensitas penggunaan kendaraan meningkat selama masa libur sekolah.

Karena jika diabaikan, Head Service Tunas Toyota Dewi Sartika, Warsino, mengatakan akibatnya bisa fatal.

Performa mesin dapat berkurang drastis atau lebih parahnya lagi akan mengalami rusak parah.

"Belum lagi macet panjang yang memaksa mobil jenis city car harus kerja ekstra keras," ujar Warsino melansir Kompas.com (15/7/2015).

Nah jika Anda tidak ingin mengalaminya, simak ulasan perawatan mobil berikut.

Cek air radiator

Agar mesin city car tidak mengalami overheating (cepat panas) setelah dipakai selama libur sekolah, mengecek air radiator merupakan langkah pertama yang bisa Anda lakukan.

Perhatikan, bila city car Anda sudah menempuh jarak sekitar 15.000 kilometer (km), segera lakukan pengurasan air radiator demi menjaga suhu mesin tetap dingin.

Menggunakan air radiatornya pun jangan asal, gunakan cairan khusus air radiator karena dapat berfungsi mencegah karat di bagian sistem pendinginannya.

Jangan lupa, pastikan tutup radiator dalam kondisi baik agar kuat menjaga tekanan air.

Mengecek aki

Aki juga memiliki peran penting dalam menjaga performa city car karena berfungsi menyimpan dan menyuplai listrik.

Dalam beberapa peristiwa di jalan raya, tak sedikit ditemukan mobil mogok akibat kondisi aki yang soak.

Seperti yang diketahui, aki mobil dibagi menjadi dua jenis yakni aki kering dan aki basah yang tentunya juga berbeda cara perawatannya.

Untuk aki kering, pastikan Anda mengingat usia pakainya lalu mengecek kondisi terminal (positif dan negatif).

Perhatikan, apakah terdapat butiran putih atau tidak. Kalau ada, cukup dibersihkan dengan menggunakan air panas kemudian di keringkan lagi.

Berbeda dengan aki kering, butuh usaha lebih untuk perawatan aki basah. Anda dituntut untuk mengecek level cairan aki basah setidaknya seminggu atau satu bulan sekali.

Teledor sedikit saja, peristiwa city car Anda mogok di tengah jalan bisa saja dengan mudah menghampiri.

Perhatikan kualitas dari timing belt

Jika setelah menjalani liburan suara mesin city car anda terdengar kasar dan acapkali mati, segera cek timing belt apakah masih layak untuk dipakai.

Perlu diketahui, timing belt merupakan komponen yang bekerja untuk meneruskan putaran roda-roda gigi yang terhubung ke bagian internal mesin.

Adapun masa pergantian timing belt yang disarankan adalah setiap 20.000 km sekali.

Akan tetapi demi mencegah hal yang tidak diinginkan, ada baiknya lakukan pengecekan secara berkala.

Misal saat kondisi timing beli masih bagus oleskan pelumas khusus untuk menjaganya agar tidak kering.

Apabila melihat adanya retakan, lakukan pergantian segera untuk menghindari putusnya sabuk.

Ganti oli

Oli merupakan aspek penting dalam melakukan perawatan semua jenis kendaraan. Untuk itu, pastikan Anda untuk tidak menyepelekan hal yang satu ini.

Sebagaimana diketahui, oli bekerja menjaga kebersihan mesin dari kerak, menjaga suhu mesin tetap stabil dan turut melumasi dua permukaan logam yang saling beradu.

Melansir Otomania.com, Kamis (16/5/2019), seandainya telah mendekati batas waktu atau km penggantian oli yang direkomendasi (10.000), sebaiknya lakukan penggantian.

Terlebih jika Anda menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai anjuran pabrikan, mesin akan kehilangan tenaga akibat pembakaran yang tidak sempurna.

Kalau dibiarkan terlalu lama, bensin yang tidak terbakar bisa masuk ke bak oli, dalam kasus ini karib disebut fuel dilution yang menjadi penyebab terbentuknya kerak di saluran oli.

Diwartakan Kompas.com Rabu (20/2/2019), salah satu penyebab mobil turun mesin paling populer adalah akibat menumpuknya kerak. Biasanya penumpukan kerak sering diidentifikasi berada di ruang bakar.

Memilih oli sebaiknya tidak sembarang, mengingat kapasitas mesin terhenti di 1.200 cc, city car selalu disarankan menggunakan oli khusus.

Dari sekian banyak merek oli khusus city car yang tersedia, Castrol GTX Ultraclean bisa jadi pilihan.

Didesain khusus oleh para ahli pelumas, oli sintetik dari Castrol ini memberikan kebersihan maksimal pada mesin city car, tak terkecuali membasmi kerak yang menyebalkan tersebut.

Tidak hanya itu, dengan teknologi utraclean juga dapat mencegah terbentuknya kerak baru 50 persen lebih baik daripada standar industri.

Tingkat kekentalannya 5W-30, sehingga cocok digunakan di banyak mobil berjenis city car.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, performa city car Anda akan tetap terjaga setelah atau saat menyambut momen liburan selanjutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya