Gelar Formula E, Ini yang Harus Dipersiapkan Jakarta

Kompas.com - 15/07/2019, 11:04 WIB
Pebalap berlomba melewati tikungan dalam Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019. AFP/GETTY IMAGES/David Dee DelgadoPebalap berlomba melewati tikungan dalam Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Formula E disambut antusias. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pada 2020 Formula E akan hadir di ibu kota Jakarta.

Lantas persiapan apa saja yang harus segera dilakukan Jakarta? Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia ( IMI) Sadikin Aksa mengungkapkan secara bertahap, Jakarta harus menyiapkan sirkuit untuk balapan tersebut.

Formula E sendiri dikenal sebagai balapan mobil listrik yang menggunakan jalanan perkotaan sebagai tempat balap. Saat ini ada 12 kota di seluruh dunia seperti Hong Kong, Sanya, Roma, Paris, Berlin, New York yang menyelenggarakan balap mobil listrik ini.

“Nanti biasanya ada desain sirkuit oleh desainer. Penyelenggara kemudian koordinasikan dengan IMI sebagai induk organisasi olahraga bermotor. Nanti kita bawa ke FIA sebagai federasi tertinggi lalu bersama-sama berdiskusi dengan pemerintah kota,” ucap Sadikin yang dihubungi Minggu (14/7/2019).

Sadikin menjelaskan Formula E sangat jarang dilaksanakan di sirkuit tertutup atau khusus balapan. Rata-rata ada di jalanan perkotaan dengan jarak tidak lebih dari 3 kilometer.

Anies: Jakarta Tuan Rumah Balapan Formula E pada 2020

Sebagai contoh jalanan Hong Kong yang digunakan untuk penyelenggaraan Formula E sejauh 1,8 kilometer. Kota Roma hadir dengan panjang sirkuit 2,8 kilometer.

Sadikin menjelaskan Formula E lebih mengutamakan pesan yang mereka bawa untuk setiap penyelenggaraan balap, yakni mobilitas ramah lingkungan.

“Berbeda dengan Formula 1 yang komersial, mereka membawa pesan bagaimana berkendara go green atau ramah lingkungan. Maka harapannya dalam penyelenggaraan nantinya juga turut membantu menurunkan polusi,” ucap Sadikin.

Formula E pertama kali digelar pada 2014 dengan jalanan ibu kota negara sebagai sirkuitnya. Saat ini ada 14 seri dengan 13 kota yang menjadi penyelenggara Formula E.

Untuk musim 2019/2020 sudah diumumkan ada 14 race di 12 kota. Dalam pengumuman tersebut, Desember 2019 masih belum diumumkan kota mana yang akan menyelenggarakan balapan tersebut. Kemungkinan akan bertambah jadwal, pada 2020 Jakarta dimasukkan sebagai penyelenggara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X