Mobil Jarang Digunakan, Ini Daftar Penyakitnya

Kompas.com - 09/07/2019, 16:40 WIB
Rata-rata satu rumah satu mobil di Jepang dan parkir di garasi sendiri atau di tempat penyewaan. Ghulam/KompasOtomotifRata-rata satu rumah satu mobil di Jepang dan parkir di garasi sendiri atau di tempat penyewaan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asumsi atau anggapan mobil jarang digunakan lebih awet, rasanya harus disingkirkan jauh-jauh. Pasalnya, mobil kerap menggandang di garasi justru memiliki potensi kerusakan lebih banyak dari yang aktif digunakan.

"Dipakai atau tidaknya mobil harusnya secara perawatan tetap sama. Misalnya tidak dipakai enam bulan, namun sesuai jadwal oli pun tetap harus diganti, tapi risiko mobil jarang digunakan itu lebih banyak rusaknya ketimbang yang rutin," ucap Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarson, kepada Kompas.com pekan lalu.

Suparman menjelaskan ada beberapa komponen pada mobil yang bisa rusak akibat jarang digunakan. Pertama masalah aki, lantaran tidak adaknya siklus arus listrik untuk pengisian ulang, lama-lama aki busi melemah dan tak bisa berfungsi lagi.

Baca juga: Ini yang Bikin Orang Jarang Servis Mobil ke Bengkel Resmi

Ilustrasi perawatan aki pada mobilpersonal.neacelukens.com Ilustrasi perawatan aki pada mobil

Dampaknya saat pemilik akan menggunakan mobil, maka suplai aki tak lagi berguna memberikan listrik untuk proses starter. Kerusakan kedua yang sering terjadi adalah pada sektor kaki-kaki, terutama ban.

Akibat terlalu lama diam, membuat tekanan udara di dalam ban bisa berkurang hingga akhirnya mengempis. Bahkan besar kemungkinan juga bisa menyerang bearing roda karena beban hanya terjadi dalam satu titik saja, tidak ada rotasi atau pergantian tumpuan pada permukaan ban.

Baca juga: Wajib Lakukan Ini jika Mobil Transmisi Matik Sedang Parkir

"Untuk aki sebenarnya sama saja meski dilepas sekalipun, harusnya bila mobil jarang dipakai itu minimal dipanaskan dua hari sekali agar ada suplai listrik baru. Untuk ban juga demikian, baiknya ketika dipanaskan mobil dibawa jalan agar roda bisa berputar," ujar Suparman.

Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Menggunakan pelek ukuran 15 inci, sebelumnya 14 inci.Febri Ardani/KompasOtomotif Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Menggunakan pelek ukuran 15 inci, sebelumnya 14 inci.

Selain kedua hal tadi, rem disc brake biasa juga ikut bermasalah. Karena lama tak digunakan piston serta pen kaliper bisa berpotesi karat sehingga ketika mobil digunakan, akan timbul masalah seperti rem yang berbunyi atau pedal rem yang bergetar saat diinjak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X