Pahami Bahaya Pakai Ban Vulkanisir

Kompas.com - 17/06/2019, 19:55 WIB
Petugas Dinas Perhubungan Kota Solo memeriksa kondisi ban bus PO Mulyo Indah di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Petugas Dinas Perhubungan Kota Solo memeriksa kondisi ban bus PO Mulyo Indah di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan salah satu bagian yang paling vital pada sebuah kendaraan. Untuk itu, pemakaian ban perlu diperhatikan kelayakannya. Sebaiknya, jangan pakai ban yang sudah divulkanisir.

Panji Ardiansyah, Technical Support PT Multistrada Arah Sarana selaku produsen ban Achilles, mengatakan bahwa sekarang ini masih ada yang belum tahu bahayanya menggunakan ban vulkanisir.

Baca juga: Saat yang Tepat Ganti Ban Mobil

"Untuk kendaraan bus dan truk, masih ditemukan ada pengemudi nakal yang menggunakan ban vulkanisir. Sementara untuk mobil-mobil jenis passenger car, bisa dibilang sudah hampir tidak ada," ujar Panji, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Menurut Panji, ban vulkanisir masih ada yang memakainya karena memang lebih ekonomis. Dari segi harga, jauh lebih murah dibandingkan dengan ban yang baru. Masih banyak yang memprioritaskan harga murah dibanding keamanan.

Baca juga: Ini Efeknya Bila Ban Mobil Kelebihan Atau Kekurangan Tekanan Udara

"Ban vulkanisir itu kan proses tambal telapak ban antara dua jenis kompon yang tidak sama dengan menggunakan perekat khusus. Ketika digunakan, ban akan menghasilkan panas pada benang-benang di dalam ban. Sehingga, memungkinkan terjadinya separasi atau lepas tambalan vulkanisir tersebut karena tidak tahan panas yang dialami, meskipun sudah menggunakan perekat khusus," kata Panji.

Panji menambahkan, tidak sedikit truk-truk yang sedang jalan tiba-tiba telapak bannya lepas. Tentu hal tersebut akan sangat berbahaya untuk keselamatan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X