Klarifikasi KYT Soal Sertifikasi Helm MotoGP di Catalunya

Kompas.com - 15/06/2019, 20:00 WIB
Aleix Espargaro terpaksa menggunakan helm lain di GP Catalunya karena masalah sertifikasi.motogp.com Aleix Espargaro terpaksa menggunakan helm lain di GP Catalunya karena masalah sertifikasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pecinta MotoGP di Indonesia dibuat bingung lantaran pebalap yang biasa menggunakan helm buatan Indonesia, KYT, mengenakan merek lain. Beredar kabar bahwa helm KYT yang dipakai Aleix Espargaro tidak lolos homologasi terbaru FIM.

FIM mengeluarkan regulasi atau standarisasi khusus helm yang dinamakan FIM Racing Homologation Programme (FRHP). Pada GP Catalunya, pebalap KYT di MotoGP terlihat tidak menggunakan helm KYT.

Baca juga: Helm KYT Naik Podium di Superbike

Henry Tedjakusuma, Direktur PT Tarakusuma Indah, mengklarifikasi bahwa helm KYT bukannya tidak lolos homologasi terbaru dari FIM. Menurutnya, KYT hanya tersangkut masalah waktu dan birokrasi saja.

" Helm KYT sebenarnya sudah lolos homologasi atau regulasi terbaru FIM. Namun, kita baru mendapat sertifikat tersebut pada hari Kamis, 13 Juni 2019. Sementara hari Jumat, FIM libur. Label fisik dari sertifikasi yang harus dijahit di strap helm jadi tidak bisa dilakukan, karena keterbatasan waktu. Sehingga, terpaksa pebalap kami menggunakan helm lain untuk sementara," ujar Henry, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (15/6/2019).

Henry kembali menjelaskan, sertifikatnya sudah diumumkan dan diinformasikan di situs resmi FRHP. Namun, label fisik dari FIM ini belum sempat dijahit di helm. Sebab, label sertifikasi ini juga harus dijahit pada bagian chin strap helm.

Baca juga: Alasan KYT Indonesia Kerja Sama dengan Merek Helm Italia

Masalah keterlambatan ini menurut Henry karena proses birokrasi yang panjang juga di FIM. Selain itu, helm KYT SR-GP merupakan produk baru dan dibuat dari nol. Sehingga, tes uji kelayakan yang dilakukan cukup banyak.

Sebelum dites oleh FIM, helm yang dipakai di MotoGP harus lolos juga standar Eropa. Jika ada aspek yang tidak lolos saat pengecekan oleh FIM, produsen helm harus mengulang lagi uji kelayakan di Eropa. Meskipun, uji kelayakan di Eropa sudah lolos.

"Faktor lain yang membuat prosesnya lama adalah karena FIM menuntut setiap helm yang dipakai di MotoGP harus dites uji kelayakan, bahkan untuk setiap ukuran. Sementara, di MotoGP ada banyak pebalap yang menggunakan helm KYT, itu berarti ada banyak ukuran juga yang kami sediakan. Kami juga cukup idealis untuk membuat satu shell untuk satu ukuran," ujar Henry.

Hal ini juga berlaku untuk Andrea Dovizioso yang menggunakan helm Suomy. Sebab, Suomy dan KYT masih termasuk dalam satu aliansi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X