Cara Benar Melakukan Pengereman saat Jalan Menurun

Kompas.com - 11/06/2019, 09:43 WIB
BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.Febri Ardani/KompasOtomotif BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.

JAKARTA, KOMPAS.com - Viral video pengendara motor sport mengalami rem blong di turunan Pacet, Mojokerto menjadi perhatian, karena kurangnya pemahaman berkendara yang baik dan benar.

Meski turunan Gotean terkenal curam dan membuat banyak pengendara motor menjadi korban, namun pengetahuan cara pengereman yang baik juga perlu diketahui lagi oleh para pengendara motor.

“Menghadapi jalan turunan memang perlu memperhatikan beberapa hal. Tetapi terpenting adalah kondisi sepeda motor harus prima, baik rem depan dan belakang,” ucap instruktur keselamatan berkendara Rifat Drive Labs (RDL), Andry Berlianto saat dihubungi Senin (10/6/2019).

Andry menjelaskan, sikap yang tepat saat menghadapi jalan menurun, yaitu pengendara selalu melihat situasi jauh ke depan. Tentunya hal ini agar sang pengendara tahu kapan harus mempersiapkan diri untuk mulai melakukan pengereman.

Jalanan menurun selain bertumpu pada perangkat pengereman juga dapat ditambah dengan proses engine break. Sementara untuk skutik caranya bisa dengan menahan rem belakang secara perlahan.

Rem Blong, Jangan Panik, Manfaatkan Jalur Penyelamatan

“Untuk menghindari rem terkunci karena panas, dapat melakukan buka tutup rem. Jadi rem ditekan beberapa saat lalu lepas, bergantian depan dan belakang,” ucap Andry.

Selain proses pengereman, posisi berkendara juga memegang peranan penting. Pengendara harus dalam posisi ideal dengan tangan terus berada di setang kemudi dengan posisi siku terbuka untuk bermanuver dengan mudah.

“Terpenting saat turunan tidak menambah gas, masuk turunan harus dalam kecepatan rendah,” ucap Andry.




Close Ads X