Saling Bersinergi Ciptakan Arus Balik Lebaran yang Aman

Kompas.com - 07/06/2019, 19:17 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh pemangku kepentingan dilibatkan untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan saat musim mudik dan arus balik Lebaran 2019. Tujuan utama, guna menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Dirkamsel Korlantas Polri menjelaskan terdapat beberapa hal yang harus dilakukan guna mewujudkan mudik menyenangkan. Sebagai contoh, membudayakan para petugas maupun masyarakat menggunakan peta digital sebagai acuan atau setidaknya sebagai petunjuk awal.

"Tahap awal untuk membudayakan penggunaan peta digital bisa memanfaatkan aplikasi google map yang murah cepat dan semua bisa mengimplementasikan," ujar Chryshnanda dalam siaran resmi, Jumat (7/6/2019).

Baca juga: Arus Mudik ke Jawa Tengah Masih Ramai

Jenderal bintang satu ini menambahkan, dalam prakteknya petugas lapangan juga mengecek hasil pantauan apakah sama atau tidak yang diinfokan oleh peta digital.

Apabila berwarna merah pekat segera dicairkan. Intinya petugas polisi lalu lintas dapat dianalogikan dokter jantung mengobati sumbatan yang tergambar pada hasil MRI.

Bukan hanya itu, pihak kepolisian khususnya Korlantas membuat hasil analisa atas pelayanan mudik lebaran. Dilanjutkan dengan membangun intan alias intellegence traffic analysis sebagai dasar modernisasi polantas.

"Langkah selanjut meningkatkan kemitraan dengan pemangku kepentingan lainya dalam memberikan pelayanan yang prima. Daerah-daerah wisata lainya yang secara geografis harus ada rekayasa jalan atau dibangun jalur yang memenuhi standar road safety dapat direncanakan pembangunannya solusi," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X