Kompas.com - 06/06/2019, 10:02 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa mudik sudah terlewati menginjak H+1 Lebaran. Masyarakat yang berlibur di kampung halaman kini bersiap kembali untuk bekerja di DKI Jakarta.

Seperti mudik, persiapan balik juga harus dilakukan dengan seksama. Tujuan utama, agar tetap selamat sampai di kota tujuan.

Intruktur keselamatan berkendara dari Rifat Driving Lab (RDL) Andry Berlianto menjelaskan, persiapan perjalanan pulang tidak boleh dianggap ringan. Memaksimalkan manajemen perjalanan harus dilakukan sebelum berangkat.

"Perjalanan pulang wajib memaksimalkan manajemen rute, waktu dan lainnya. Ini agar perjalanan pulang tidak mengalami hambatan," ucap Andry yang dihubungi Selasa (4/6/2019).

Andry menambahkan, halangan dapat berupa kemacetan di rute mudik. Ini sebabnya pengemudi wajib mengumpulkan informasi lalu lintas terkait rute yang dipilihnya.

Baca juga: Arus Mudik Selesai, Angka Kecelakaan Turun 88 Persen

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlebih saat ini berlaku sistem one way di jalan tol. Andry mengungkapkan rute alternatif lain perlu juga dipikirkan.

"Jadi harus terus memperbarui informasi rute balik. Bisa lewat peta, aplikasi navigasi, radio dan media sosial," ucap Andry.

Persiapan lain termasuk manajemen waktu istirahat. Pengemudi wajib menentukan lama perjalana plus waktu istirahat untuk menghindari kelelahan.

"Disarankan dua jam sekali beristirahat. Maksimal sehari 10 jam perjalanan," ucap Andry.

Waktu istirahat sebelum berpergian wajib dipenuhi. Salah satu contoh, minimal tidur enam jam terpenuhi.

"Ini nantinya bergantung ke perjalanan. Istirahat cukup tidak rentan diserang kantuk dan lelah. Jaga emosi juga lebih mudah. Terpenting selama perjalanan taat dan patuh peraturan lalu lintas serta kendaraan dalam kondisi layak jalan," ucap Andry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X