Pembibitan Pebalap Jangan dari Sirkuit Jalan Raya

Kompas.com - 30/05/2019, 12:31 WIB
Formula 1Foto: Daily Express Formula 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, yang sedang dibangun, disorot karena memiliki desain sebagai sirkuit jalan raya. Ada pendapat sirkuit jalan raya bagus untuk menggelar acara, namun kurang baik jika dilihat dari kacamata pembibitan.

M Wahab S, Komentator F1, penulis lepas, pendiri Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif Indonesia (FK3O) mengatakan, jenis sirkuit dan pembibitan pebalap adalah hal yang berbeda. Sirkuit jalan raya dibangun karena masuk "hitung-hitungan" bisnis.

Baca juga: Sirkuit Jalan Raya Paling Cocok buat F1 di Indonesia

"Dari sisi investasi paling cocok sirkuit jalan raya, apa ada sekarang swasta mau investasi untuk bikin sirkuit? Kalau pembibitan bicara soal lain. Bicara soal pembibitan motorsport di Indonesia sepertinya pemerintah sedikit mendesak kepada prinsipal sepeda motor seperti Honda, Yamaha dan Suzuki membuat sirkuit untuk motor. Kalau ada 6 sirkuit kecil untuk motor maka gokart pun bisa memakai fasilitas itu, di sini pembibitan (pebalap motor dan mobil) bisa muncul tanpa harus membuat sirkuit permanen sekelas F1 atau MotoGP," kata Wahab kepada Kompas.com.

Menurut Wahab, jika sirkuit-sirkuit tersebut bisa berjalan dan kemudian rajin menyelenggarakan kejuaraan maka pembitan pebalap mulai terjadi. Setelah itu, pabrikan atau merek tertentu memfasilitasi pebalap yang berpotensi untuk ikut ke kejuaraan internasional.

"Pada saat mereka naik kelas mereka harus mulai bertanding di luar negeri," kata Wahab.

Baca juga: Komentar Galang Hendra Soal Sirkuit Mandalika

Peran pabrikan otomotif roda dua dalam mengembangkan pembibitan pebalap Tanah Air sudah dilakukan sejak lama. Yamaha contohnya sudah lebih dari 20 tahun menggelar Yamaha Cup Race (YCR) di daerah-daerah sebagai kompetisi balap satu merek.

Yamaha Indonesia juga mempunyai tim balap di kancah Asia yang ikut kejuaraan Asia. Sedangkan di tingkat dunia, Yamaha berhasil membawa Galang Hendra Pratama yang kini ikut kejuaraan World Supersport 300.

Honda juga melakukan hal serupa dengan mendirikan sekolah balap Astra Honda Racing School (AHRS) pada 2010. Kini para pebalap jebolan AHRS mengikuti banyak kejuaraan baik dari tingkal lokal sampai internasional.

Lewat tim Astra Honda Racing Team (AHRT) tim ikut kejuaraan tingkat lokal sampai internasional. Honda bahkan berhasil ''mengorbitkan" Dimas Ekky Pratama ke ajang balap dunia Moto2 bersama tim Idemitsu Honda Asia Team. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X