Kampanye Keselamatan Kurang Moncer Cegah Mudik Naik Sepeda Motor

Kompas.com - 15/05/2019, 17:02 WIB
Kondisi arus balik pemotor yang melintas di Kalimalang, masing normal, Rabu (20/6/2018)KOMPAS.com/Stanly Ravel Kondisi arus balik pemotor yang melintas di Kalimalang, masing normal, Rabu (20/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus berusaha menekan angka pemudik menggunakan motor lewat berbagai program kampanye keselamatan. Tapi nyatanya tren mudik pakai motor justru meningkat tiap tahun.

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, untuk menekan angka pengguna motor saat mudik maka pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kampanye keselamatan lalu lintas.

Baca juga: 5 Alasan Masih Banyak Pemudik Pakai Motor

"Guna mengurangi pemakaian sepeda motor dalam musim mudik Lebaran khususnya untuk jarak ratusan hingga seribuan kilometer, pemerintah mutlak menyediakan angkutan umum massal yang aman, nyaman, selamat, terintegrasi, ramah lingkungan, serta terjangkau secara finansial dan akses," kata Edo kepada Kompas.com.

Edo mengatakan, angkutan umum massal seharusnya tak sebatas menghubungkan antar kota maupun angkutan di wilayah atau daerah tujuan-tujuan para pemudik. Tapi bisa jadi andalan pemudik sebagai kendaraan utama.

Baca juga: Ini Daftar Tarif Tol Trans Jawa

"Selain itu kampanye keselamatan lalu lintas jalan juga mutlak untuk terus dilakukan guna menekan fatalitas saat musim mudik Lebaran," ucap Edo.

Tren pemudik menggunakan motor terus naik tiap tahun. Tahun 2016 jumlah pemudik menggunakan motor mencapai 5,6 juta unit, pada 2017 meningkat menjadi 6,4 juta unit, dan pada 2018 diprediksi 8,5 juta unit.



Terkini Lainnya


Close Ads X