Penyebab Menurunnya Pasar Otomotif

Kompas.com - 15/05/2019, 16:02 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar otomotif dalam negeri telah dilaporkan menurun dalam semester awal tahun ini. Penurunan pasar dilaporkan bahkan mencapai 12 sampai 13 persen.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) Yohannes Nangoi mengungkapkan jika melihat capaian infrastruktur secara luas, pasar seharusnya tidak turun. Kenyataan pasar yang menurun ini menurutnya karena ada kekhawatiran yang berlebihan.

“Jadi saya lihat kuartal pertama ini turun karena kelihatannya ada ketidakpastian. Dalam arti gonjang-ganjing agenda politik yang cukup tegang. Harapan kami di bulan Mei ini bisa selesai semuanya, market harusnya bisa kembali normal,” ucap Nangoi yang ditemui Selasa (14/5/2019).

Nangoi mengungkapkan jika melihat pertumbuhan ekonomi 5,07 persen sedikit dibawah 5,2 persen dari pada target. Kondisi ekonomi dunia juga dinilai cukup baik.

Gaikindo Apresiasi Keinginan Presiden Soal Kendaraan Listrik

“Harusnya tidak akan turun dan kembali ke tren positif,” ucap Nangoi.

Nangoi juga mengungkapkan tidak akan mengubah target industri dimana tahun ini berkisar pada angka 1,1 juta unit. Ia berharap seperti tahun-tahun sebelumnya dimana penjualan lebih banyak di paruh kedua setiap tahunnya akan membuat target ini tercapai.

Momen Lebaran kali ini pun diharapkan dapat membantu penjualan produk otomotif di dalam negeri. Ini melihat pola tahunan pasar dimana konsumen membelanjakan uangnya untuk mudik ke kampung halaman.

“Kondisi ini membuat kami harus mengejar ketertinggalan di awal tahun, dalam delapan bulan terakhir semoga bisa dikejar. Selain pameran tentu ada produk baru, program spesial dan diharapkan orang yang menunda pembelian langsung bisa beli,” ucap Nangoi.




Close Ads X