Gaikindo Ungkap Rencana Investasi Baru Kendaraan Listrik

Kompas.com - 15/05/2019, 14:24 WIB
Bus listrik dari BYD.Pameran Busworld resmi dibuka, Rabu (20/3/2019). Pameran ini berlangsung di JI EXpo Kemayoran dan menampilkan bus model terbaru dan tercanggih serta bus model lawas Kompas.com/Setyo AdiBus listrik dari BYD.Pameran Busworld resmi dibuka, Rabu (20/3/2019). Pameran ini berlangsung di JI EXpo Kemayoran dan menampilkan bus model terbaru dan tercanggih serta bus model lawas

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah mengungkapkan rencana beberapa merek yang mencoba mengembangkan produk listrik di Indonesia. Salah satunya adalah BYD Company yang merupakan pabrikan kendaraan listrik dari China.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) Yohannes Nangoi angkat bicara mengenai beberapa merek yang dikabarkan masuk ke Tanah Air. Nangoi menganggap kehadiran mereka positif untuk iklim investasi di Indonesia.

“BYD itu mobil memang terkenal di China dan mereka lebih utamakan kendaraan listrik di Indonesia. Saya memang dengar mereka merencanakan atau ingin masuk ke Indonesia, tapi konkretnya kami belum dapatkan data,” ucap Yohannes yang ditemui Selasa (14/5/2019).

Merek BYD sendiri sudah masuk ke Indonesia dengan hadir sebagai armada taksi oleh perusahaan taksi Blue Bird. Selain itu BYD bus juga tengah menjajaki pasar untuk dijadikan bus operasional TransJakarta dan beberapa perusahaan bus lainnya.

Alasan Bluebird Pilih BYD dan Tesla Sebagai Armada Taksi

Nangoi mengungkapkan Indonesia saat ini menjadi sasaran investasi perusahaan otomotif ternama di dunia. Beberapa merek diakui tengah mencoba masuk membangun industri otomotif.

“Ada beberapa yang sudah coba approach. Beberapa perusahaan Eropa, Rusia dan beberapa negara. Dari Rusia kelihatannya komersial, yang dari China belum tahun ini direalisasikan rasanya. Mudah-mudahan yang Korsel secepatnya karena mereka sudah di final stage,” ucap Nangoi.

Yohannes mengungkapkan kehadiran investasi baru termasuk dari produsen kendaraan listrik memang sesuai dengan keinginan pemerintah Indonesia. Pemerintah menginginkan kendaraan yang hemat bahan bakar dan emisi lebih bersih.

“Mau tidak mau otomotif kita akan masuk pada industri otomotif yang lebih advance. Seperti mobil hybrid yang satu liter bisa dipakai 20 sampai 25 kilometer atau masuk ke plug in hybrid yang jaraknya lebih jauh lagi. Juga kendaraan listrik yang punya suatu hal berbeda dibanding kendaraan lain. Kita mengikuti aturan pemerintah yang menunjang industri ini,” ucap Yohannes.

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan BYD berminat melakukan pilot project di bidang kendaraan niaga seperti bus. Ini dilakukan untuk mengembangkan peluang industri otomotif dalam negeri terutama di kendaraan listrik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X