Pasar Otomotif Turun di Awal Tahun, Ini Analisis Daihatsu

Kompas.com - 10/05/2019, 12:02 WIB
Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.KOMPAS.com / FEBRI ARDANI Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengungkapkan pasar otomotif Indonesia dalam empat bulan pertama tahun ini mengalami penurunan. Dari data Daihatsu penjualan retail sales nasional turun 11,8 persen dan 14,4 persen untuk wholesale dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, ada beberapa hal yang membuat pasar otomotif menurun di awal tahun.

“Pertama konsumsi infrastruktur di mana saat ini sudah habis waktu berbelanjanya, tinggal menghabiskan proyek pembangunannya. Sampai Oktober nanti pemerintahan baru dilantik baru ketahuan mau belanja berapa banyak untuk infrastruktur. Jadi kita lihat sudah habis ini menunggu pemerintah selesai pemilu,” ucap Amelia saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (9/5/2019).

Kedua, menurut Amel adalah harga CPO (kelapa sawit) yang terus stagnan. Saat ini permintaan kelapa CPO tidak beranjak naik namun suplai justru bertambah.

Sigra Jadi Mobil Terlaris Daihatsu

Daihatsu Sigra edisi terbatas.Ghulam/KompasOtomotif Daihatsu Sigra edisi terbatas.

“Suplai dan demand tidak seimbang sehingga banyak petani tidak mendapat untuk dari kondisi ini. Akhirnya banyak yang tidak belanja, pasar pick up semua trigger ke arah sana karena kalau harga CPO naik ada banyak pembelian kendaraan,” ucap Amel.

Ketiga, indonesia masih banyak mengekspor batu bara dan harganya tidak naik. Bila harga batu bara naik biasanya pembelian kendaraan komersial ikut naik.

“Jadi tidak hanya sekedar pemilu. Pemilu hanya infrastruktur tapi harga batu bara dan sawit juga berpengaruh. Kita berharap pemerintah baru nantinya dapat memberikan stimulus ekonomi kita,” ungkap Amel.

Marketing and CR Division Head PT AI-DSO, Hendrayadi Lastiyoso mengungkapkan pihaknya tetap optimis menyambut pasar kendaraan tahun ini. Ia berharap menjelang Lebaran, ada peningkatan pasar kembali.

“Jadi April lalu memang kita banyak terpotong waktu pemilu. Dan ini Lebaran akan menutup semester satu. Orang-orang berpikir menahan belanja kendaraan, menunggu momen setelah Mei. Kami optimistis semester kedua ada kenaikan,” ucap Hendrayadi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X