Siap SNI, Deltalube Optimis Tak Ada Kenaikan Harga

Kompas.com - 24/04/2019, 14:42 WIB
Ilustrasi oli transmisi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi oli transmisi.

BOGOR, KOMPAS.com - Selaku distributor tunggal pelumas Deltalube di Indonesia, PT Timur Raya Karya Mandiri (TRKM), siap mengikuti regulasi Standar Nasional Indonesia ( SNI). Bahkan saat ini proses pengurusan sertifikasi SNI dari semua produk pelumasnya pun sudah mulai berjalan.

"Memang sempat ramai dan sampai konflik pro kontra ya, tapi pada intinya kita ikuti regulasi. Saat ini produk kami pun sedang mengurus proses SNI, jadi dalam waktu dekat semua produk Deltalube sudah SNI," kata Bussiness Development PT TRKM Natalyus Purnomoadi kepada media di Bogor, Jawa Barat. Senin (22/4/2019).

Menurut Natalyus, pada dasarnya Deltalube mendukung kebijakan pemerintah untuk mewajibkan semua produsen pelumas di Indonesia menjalankan sertifikasi SNI. Karena selain untuk menekan banyaknya peredaran pelumas palsu, dengan SNI juga bisa membuktikan bila pelumas aftermarket memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh.

Baca juga: Ikuti Perkembangan Teknologi, Deltalube Luncurkan 6 Produk Baru

Mengenai pandangan beberapa produsen oli yang mengatakan pengurusan SNI sangat mahal dan bisa mempengaruhi harga jual dari produknya, Natalyus menjelaskan bila pada kenyataannya tidak sebesar apa yang diperbincangan di luar.

"Untuk harga setelah kami mengurus SNI rasanya tidak berpengaruh nantinya ke harga jual produk kami, artinya seharusnya dengan ada SNI tidak bikin produk kami nanti naik harga," ucap Natalyus.

Deltalube luncurkan enam produk baru untuk segemen otomotif Deltalube luncurkan enam produk baru untuk segemen otomotif
"Mengenai anggapan mahal tidak juga ya, tapi mungkin yang terjadi karena sekarang ini kan prosesnya double-double bagi produsen oli, harus SNI tapi ada juga untuk mengurus Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) jadinya terasa besar," kata Natalyus.

Baca juga: Biaya SNI Dinilai Mahal, Ini Tanggapan Asosiasi Pelumas Indonesia

Sebelumnya Ketua Bidang Pengembangan Asosiasi Produsen Pelumas Dalam Negeri (Aspelindo) Andria Nusa, mengatakan bila sebenarnya biaya untuk mendapatkan sertifikasi SNI tidak terlalu mahal.

"Sekitar Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per satu kategori, harusnya tidak mahal dan tidak jadi masalah bagi pelaku bisnis pelumas yang benar. Katakanlah naik jadi tiga kali lipat sampai Rp 100 juta untuk SNI, kalau dia (importir) jualannya 1 juta liter per tahun, itu kan artinya biayanya hanya Rp 100 per oli. Hitungan 1 juta liter itu pemain kecil, karena hanya 1.000 Kl kalau dibandingkan kebutuhan nasional yang 950 ribu Kl itu kan sangat-sangat kecil," ujar Andria kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.



Terkini Lainnya

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Sport
Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Tips N Trik
Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

News
[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

Feature
Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

News
Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Sport
Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Tips N Trik
Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

News
Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Sport
Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

News
Ragam Helm 'Full Face' Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Ragam Helm "Full Face" Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Aksesoris
Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

News
Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Tips N Trik
Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

News
Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen 'Luxury'

Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen "Luxury"

News

Close Ads X