PERDIPPI Pertanyakan Sertifikasi dan Keabsahan LSPro Pelumas

Kompas.com - 24/04/2019, 09:15 WIB
Ilustrasi Pelumas.www.onallcylinders.com Ilustrasi Pelumas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhimpunan Distributor Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI) mempertanyakan legalitas Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro).

Menurut PERDIPPI, ada beberapa ketidaksesuaian, kejanggalan, dan dualisme antar pelaksanaan sertifikasi dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan sektor Minyak dan Gas Bumi beserta turunannya.

Pertama mengenai pengujian LSPro untuk menerbitkan SNI pelumas yang hanya bersifat parsial, yakni uji fisika kimia tanpa ada uji unjuk kerja.

Padahal, menurut Ketua Dewan Penasehat PERDIPPI Paul Toar, SNI Pelumas yang telah diterbitkan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dirumuskan melalui proses dua tahunan oleh Sub Komite Teknis, lalu disetujui oleh Forum Konsensus Nasional yang kemudian ditempatkan di website BSN untuk jajak pendapat umum, sesudah semua pihak menyetujui baru diterbitkan oleh BSN sebagai SNI resmi.

Baca juga: Kemenperin Tunjuk Badan Independen Sertifikasi Oli SNI

"Persyaratan yang ditetapkan untuk SNI Pelumas, yakni uji fisika kimia itu sudah diberlakukan dalam Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) Wajib. Jadi yang kami pertanyakan, hanya dengan uji fisika kimia seperti yang dilakukan dalam NPT Wajib langsung dapat diberikan hak untuk mencantumkan Tanda SNI. Legalitas pemberlakuan SNI inilah kami pertanyakan," kata Paul, dalam keterangan resmiya, Selasa (23/4/2019).

Menurut Paul, berdasarkan rumusan, secara tegas menetapkan untuk diberi SNI sebuah produk perlu pengujian lengkap terhadap seluruh ketentuan SNI. Bersangkutan dalam hal pelumas tidak cukup dengan uji fisika kimia saja, tetapi juga harus menjalani uji unjuk kerja.

Kedua mengenai ketentuan dari BSN yang menyatakan bahwa lembaga yang melakukan sertifikasi diharuskan sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Lantas apakah LSPro sudah terakreditasi oleh KAN?

Ilustrasi pelumas Ilustrasi pelumas

"Dan untuk pengoperasian penggunaan tanda SNI juga didasarkan pada nota kesepakatan antara Badan Standarisasi Nasional (BSN) dengan KAN. Wewenangnya lembaga sertifikasi pelumas tersebut berada di bawah menteri teknis yang terkait dengan sektor minyak dan gas bumi, beserta turunannya," ucap Paul.

Faktor ketiga mengenai kewajiban uji fisika kimia. Persyaratan yang ditetapkan BSN untuk SNI itu, selama ini telah diberlakukan dalam NPT Wajib. Sementara, dalam rapat koordinasi hasilnya menegaskan selama masih belum ada uji unjuk kerja dari produk pelumas, maka yang diberlakukan adalah NPT. Paul mempertanyakan legalitasnya karena hanya dengan uji fisika kimia seperti yang dilakukan dalam NPT Wajib, langsung dapat diterbitkan izin menggunakan Tanda SNI.

Spesifikasi SNI di NPT

Dalam Permen ESDM Nomor 053 Tahun 2006 tentang Wajib Daftar Pelumas yang Dipasarkan di Dalam Negeri, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2808 K/20/MEM/2006, telah menetapkan standar dan mutu pelumas yang dijual di Indonesia. Regulasi tersebut sekaligus mencantumkan ketentuan persyaratan fisika/kimia SNI untuk pelumas sebagai bagian integral persyaratan NPT Wajib Pelumas.

Artinya semua pelumas yang akan dipasarkan di dalam negeri aspek kimia/fisikanya diuji Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dengan 14 parameter, dan dilakukan sebelum diterbitkannya NPT. Menurut Paul, bila dalam Permen ditegaskan acuan parameter standar mutu SNI di samping API, JASO, dan rekomendasi pabrikan, adalah NPT Wajib, dengan demikian adanya NPT bukan hanya mewakili standar mutu yang ditetapkan dan diakui, tetapi sah secara hukum.

Baca juga: Biaya SNI Dinilai Mahal, Ini Tanggapan Asosiasi Pelumas Indonesia

"Fakta yang ada menunjukan dengan regulasi NPT, selama ini peredaran pelumas di bengkel, dan saluran distribusi lainnya telah berjalan baik dan lancar. Selain itu, biaya NPT hanya berkisar Rp 5 - Rp 10 juta per 5 tahun dan sudah lengkap dengan uji fisika kimia 14 parameter, sedangkan SNI bisa lebih dari 10 kali lipat untuk 4 tahun, ini menjadi sangat tidak visible untuk pelumas mesin kerja," kata Paul.

Ilustrasi oli transmisi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi oli transmisi.

Secara terisah,  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) beberapa waktu lalu telah menujuk 12 LSPro dan 10 laboraturiun pengujuan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara, menjelaskan bila semua LSPro tersebut merupakan lembaga independen yang bisa menerbitakan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI Pelumas yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Negara atau KAN, dan telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Dalam UU No.3/2014 itu diatur bahwa penilaian kesesuaian SNI yang diberlakukan secara wajib dilakukan oleh LSPro dan Laboratorium Uji yang telah terakreditasi dan ditunjuk menteri," ucap Ngakan.



Terkini Lainnya

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Sport
Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Tips N Trik
Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

News
[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

Feature
Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

News
Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Sport
Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Tips N Trik
Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

News
Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Sport
Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

News
Ragam Helm 'Full Face' Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Ragam Helm "Full Face" Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Aksesoris
Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

News
Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Tips N Trik
Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

News
Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen 'Luxury'

Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen "Luxury"

News

Close Ads X