Jajal Transmisi Wuling Confero S ACT

Kompas.com - 23/04/2019, 08:42 WIB
Wuling Confero S ACT Wuling Confero S ACT
Penulis Stanly Ravel
|

SENTUL, KOMPAS.com - Wuling Motors Indonesia resmi menambah varian Confero Automatic Clutch Transmission (ACT) enam percepatan yang disebut e-Clutch. Dengan sistem transmisi ini, pengendara diberikan kemudahan memindahkan gigi tanpa repot menekan pedal kopling.

Aslinya, transmisi e-Clutch bukan sepenuhnya otomatis, karena pengoperasian perpindahan gigi masih harus dilakukan secara manual. Namun dalam tiap pergantian tersebut, pengendara tak lagi membutuhkan pedal kopling karena kerjanya digantikan sensor yang terdapat dalam manajemen sistem e-Clutch.

"Saat sistem membaca akan ada perpindahan gigi dari sensor yang ada di tuas transmisi, controler akan mengendalikan aktuator hidrolik sesuai kondisi berkendara dan pengoperasian, sehingga kopling dapat menghubungkan atau memutuskan daya. Perpindahan tiap gigi juga smooth, tidak ada entakan," ucap Product Planning Wuling Motors Danang Wiratmoko, kepada Kompas.com, di Sentul, Jawa Barat, Senin (22/4/2019).

Baca juga: Wuling Confero ACT, Layaknya Motor Bebek

Ketika Kompas.com mendapat kesempatan untuk menjajal singkat sensasi berkendara Confero S ACT, memang terasa tidak ada yang berbeda, apalagi bentuk tuas perseneling juga sama dengan tuas Confero manual. Hanya saja pedal kopling sudah tak ada, tinggal rem dan gas layaknya mobil matik biasa.

Wuling Confero S ACT Wuling Confero S ACT

Untuk melakukan perpindahan gigi juga cukup mudah, pengendara tinggal menggeser tuas ke posisi gigi satu tanpa perlu menginjak rem. Tekan pedal gas, mobil pun otomatis berjalan tanpa entakan.

Pada bagian panel speedometer, terdapat indikator yang bisa jadi acuan untuk menaikan atau menurunkan transmisi, biasanya perpindahan akan diminta saat putaran mesin sudah mencapai antara 1.500 - 2.000 rpm. Nah, tiap melakukan perpindahan, pengendara juga tak perlu menginjak rem atau bahkan mengurangi kecepatan dengan mengendurkan tekanan pada pedal gas.

Menariknya, tidak ada entakan yang terjadi saat melakukan perpindahan gigi. Beda dengan sistem transmisi auto gear shift (AGS) atau automated manual transmission (AMT) yang entakannya sangat terasa tiap transmisi berpindah. Secara keseluruhan memang cara kerjanya seperti kita mengendarai motor bebek semi manual biasa.

Baca juga: Wuling Kenalkan Cortez Turbo dan Confero ACT

Wuling Confero S ACT dengan transmisi manual enam percepatan tanpa ada pedal kopling. Wuling Confero S ACT dengan transmisi manual enam percepatan tanpa ada pedal kopling.

Sementara soal keuntungan, selain memudahkan ternyata adanya e-Clutch ini diklaim Danang bisa menekan biaya perawatan Confero, terutama mengenai pergantian kampas kopling.

"Kita lihat banyak kasus pengguna mobil manual yang kampas koplingnya cepat habis karena penggunaannya yang tidak baik atau faktor lainnya, tapi karena di e-Clutch semua diatur secara sistem jadi usia kampas bisa lebih awet yang berpengaruh pada efesiensi perawatan juga," ujar Danang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X