Salah Kaprah soal Masa Kedaluwarsan Ban

Kompas.com - 20/04/2019, 09:42 WIB
Beberapa tipe ban merek Bridgestone.Kompas.com/Alsadad Rudi Beberapa tipe ban merek Bridgestone.

JAKARTA, KOMPAS.com - Persepsi soal ban memiliki masa kedaluwarsa ternyata masih menjadi perdebatan. Banyak pandangan bila kode produksi yang tertera pada dinding ban merupakan batas waktu penggunaan ban, alias masa kedaluwarsanya.

Pandangan tersebut pun dibantah oleh Suparna selaku Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak. Menurut Suparna, penilian terhadap kode produksi sebagai masa akhir pemakaian ban adalah salah besar.

" Ban itu tidak pernah mencantumkan tanggal kedaluwarsa, yang ada hanya kode produksi menandakan tahun pembuatannya. Contoh 2018, artinya dibuat pada minggu ke-20 tahun 2018, bukan artinya kedaluwarsa pada tahun itu," ujar Suparna beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Baca juga: Ban Mobil Bunyi Dengung, Ini Dia Tersangka Utamanya

Salah kaprah soal kode produksi ban, menurut Suparna kerap terjadi ketika konsumen ingin membeli ban baru. Karena persepsi yang salah dalam mengartikan kode produksi, konsumen banyak komplain ketika mendapati ban dengan kode produksi yang tak sesuai dengan tahun pembeliannya.

Masalah ini pun memang diperlukan adanya edukasi khusus, baik dari pihak bengkel maupun distributor ban sendiri. Bahkan Suparna menjelaskan hampir sebagian mobil baru yang diproduksi tahun 2019 pun menggunakan ban dengan kode produksi 2018 dari pabrikan.

Kode produksi banavtobot.by Kode produksi ban

"Kode produksi ban bisa mundur beberapa bulan sampai diterima pelanggan, misal bulan April 2019 ini, saat konsumen beli mobil dan mendapati ternyata banya masih produksi 2018, bukan berarti itu sudah basi atau kedaluwarsa. Secara kaulitas dan jaminan ban yang dipasang pada mobil sudah diuji baik dari pabrikan ban dan mobilnya sendiri," kata Suparna.

Sementara jawaban apakah ban memiliki masa kedaluwarsa, Suparna menjelaskan tidak ada ukuran pastinya, karena kualitas dari ban pun ditentukan dari perawatan. Baik ban yang sudah digunakan maupun yang masih disimpan sama-sama ada perawatan untuk menjaga materialnya tetap baik.



Terkini Lainnya

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Sport
Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Tips N Trik
Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

News
[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

Feature
Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

News
Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Sport
Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Tips N Trik
Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

News
Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Sport
Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

News
Ragam Helm 'Full Face' Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Ragam Helm "Full Face" Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Aksesoris
Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

News
Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Tips N Trik
Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

News
Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen 'Luxury'

Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen "Luxury"

News

Close Ads X