Alasan Nissan Tidak Bawa Fitur PilotPro ke Indonesia

Kompas.com - 16/04/2019, 12:42 WIB
Teknologi ProPILOT yang dipasang pada Nissan Serena terbaru mendapat penghargaan di Jepang. NIssanTeknologi ProPILOT yang dipasang pada Nissan Serena terbaru mendapat penghargaan di Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nissan memiliki fitur semi otonom untuk produk-produknya dengan nama Nissan ProPilot. Fitur ini memudahkan pengemudi untuk berkendara jauh dengan penggunaan beragam sensor seperti pengukur jarak antar kendaraan, garis jalan dan kecepatan.

Mengingat produk Nissan di impor dari Jepang, mengapa fitur ini tidak diikut sertakan dalam produk Nissan di Indonesia? Senior Manager R&D PT Nissan Motor Indonesia ( NMI) Jauhari Adzannis menjelaskan bahwa Nissan Indonesia melakukan penyesuaian dengan kondisi di lapangan terutama jalanan Indonesia.

“Jadi penyesuaian itu berdasarkan verifikasi di lapangan, sesuai tidak dengan kondisi jalan kita, bagaimana kebiasaan orang Indonesia. Sejujurnya ada beberapa fitur seperti Pro Pilot yang belum terverifikasi,” ucap Jauhari saat ditemui Senin (15/4/2019).

Jauhari mengungkapkan fitur-fitur yang dibawa Nissan dibawa bukan untuk dipaksakan kepada konsumen. Ini malah akan menjadi fitur yang sulit digunakan atau menyusahkan konsumen.

Asa Tinggi Nissan buat All New Serena

ProPilot membutuhkan beragam sensor untuk membaca di sekitar. Kondisi jalanan di Indonesia yang beragam membuat fitur ini urung dibawa ke Indonesia.

“Misal, garis-garis di jalan saja kadang ada kadang tidak ada. Ini bisa menyulitkan sensor jika kita terapkan di sini. Jadi tidak bisa diterapkan begitu saja,” ucap Jauhari.

Fitur lain yang ada di produk Nissan adalah Rear View Mirror yang ada di Terra namun tidak diberikan di All New Serena. Menurut Jauhari untuk penggunaan sehari-hari, konsumen Serena di segmen medium MPV tidak terlalu membutuhkan fitur tersebut sehingga tidak disematkan.

“Itu yang jadi pertimbangannya mengapa ada fitur yang tidak dibawa atau kita berikan,” ucap Jauhari.

Fitur ProPilot dapat mengatur kecepatan kendaraan sekaligus mengukur jarak aman dengan kendaraan lain. Dikatakan semi otonom karena fitur ini tetap membutuhkan syarat tangan pengemudi harus berada di setir mobil untuk proses pengendalian dan keamanan. Sensor akan memberikan peringatan bahaya jika tangan pengemudi tidak berada di setir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X