Ada Pabrik di Thailand, Royal Enfield Fokus ke Asean

Kompas.com - 15/04/2019, 11:02 WIB
Royal Enfield Interceptor INT 650 dengan mesin dua silinder, EICMA 2017.Istimewa Royal Enfield Interceptor INT 650 dengan mesin dua silinder, EICMA 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Royal Enfield telah mengumumkan rencana mereka untuk membangun pabrik di Thailand. Ini akan menjadi pabrikan pertama mereka yang dibangun di luar India.

Lantas apa pengaruh kehadiran pabrik ini untuk pasar Indonesia? Country Manager Royal Enfield Indonesia, irvino Edwardly coba menjelaskan.

“Yang jelas kalau kita bicara pabrik itu merupakan salah satu strategi kita untuk di Asean Market. Dampaknya tentu kita harapkan positif dan pastinya akan ke Indonesia dan Asean,” ucap Irvino saat ditemui Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Irvino sendiri belum dapat menggambarkan keuntungan pasti pembangunan pabrik tersebut untuk pasar Indonesia. Menurutnya saat ini Royal Enfield tengah berusaha memenuhi permintaan di pasar Asean yang terus meningkat.

Baca juga: Sambut Era 250 cc hingga 750 cc, Royal Enfield Ganti Bos

“Apakah nanti waktu menunggunya lebih cepat, atau dari harga berbeda, kita belum bisa terangkan ke arah sana. Yang pasti pabrik ini jawaban Royal Enfield untuk terus memperkuat eksistensinya di pasaran Asean,” ucap Irvino.

Keputusan Royal Enfield untuk membangun pabrik perakitan di Thailand sendiri berkaca dari pemesanan dua motor terbaru mereka Interceptor 650 dan Continental GT 650 yang dipesan 700 unit di negeri tersebut. Royal Enfield mengungkapkan pembangunan ini ditujukan untuk memenuhi permintaan di kawasan Asia Pasifik.

Royal Enfield Indonesia sendiri belum menghadirkan dua motor 650 cc mereka ke Tanah Air. Namun diperkirakan kedua motor tersebut akan hadir di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang akan dimulai 25 April mendatang.

 




Close Ads X