Mobil Matik, Jangan Sampai Lupa Ganti Oli Transmisi

Kompas.com - 14/04/2019, 11:02 WIB
Ilustrasi oli khusus LCGCSHUTTERSTOCK Ilustrasi oli khusus LCGC

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik mobil bertransmisi otomatis, jangan sampai lupa untuk mengganti oli transmisi matik. Jika tidak teratur maka efek jangka panjang, komponen tersebut lebih cepat rusak.

Sebab, pelumasan untuk transmisi matik itu harus tetap terjaga dengan benar, jangan sampai kualitas kandungan oli yang mengalir di dalam berkurang, karena kinerjanya pun akan menurun.

"Sebaiknya diganti setiap kelipatan 80.000 km. Jangan sampai lebih dari itu, efeknya bisa merugikan karena akan cepat rusak," ujar Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, ketika dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Deni menjelaskan interval pergantian oli transmisi matik berbeda dengan pelumas untuk mesin. Menurut Deni, pergantian oli mesin dilakukan setiap kelipatan 10.000 km, dan harus diimbangi dengan pergantian filter oli.

Baca juga: Mobil Jarang Dipakai Jangan Lupa Cek Kondisi Oli

"Kebanyakan dari pemilik mobil matik, lupa untuk mengganti oli padahal sudah waktunya. Jadi sebaiknya diingatkan lagi dan jangan sampai kelewat," ucap Deni.

Ungkapan serupa juga dikatakan Anjar Rosjadi, Executive Coordinator Technical Service Division Astra Daihatsu Motor (ADM), oli transmisi sebaiknya diganti setiap 80.000 km.

"Pergantian oli transmisi matik tidak sesering oli mesin. Cukup hanya setiap 80.000 km saja, itu sudah jauh lebih baik," kata Anjar kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurut dia, jika sering telat mengganti maka pelumasan di dalam transmisi tidak dapat bekerja dengan optimal. Jangka panjangnya, mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Transmisinya menjadi rusak, karena pelumasan di dalamnya tidak sempurna lagi," ujar Anjar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X