Pajero Sport Versi Impor, Bakal Lebih Mahal?

Kompas.com - 28/03/2019, 13:35 WIB
Pajero Sport Edisi Spesial ?Rockford Fosgate? Jilid II di GIIAS 2018.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Pajero Sport Edisi Spesial ?Rockford Fosgate? Jilid II di GIIAS 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) sebelumnya telah bertekad untuk memenuhi permintaan terhadap low MPV Xpander. Ini setelah beberapa waktu lalu inden Xpander dikeluhkan oleh calon konsumen.

Namun konsentrasi produksi yang berpindah ke Xpander ini juga mempengaruhi produksi model lain di pabrik Mitsubishi. Salah satunya adalah Pajero Sport.

SUV ini juga menjadi salah satu produk terpopuler Mitsubishi di Indonesia. Dari rencana yang pernah diutarakan, Mitsubishi akan menghadirkan Pajero dalam kondisi impor dari Thailand. Lantas bagaimana perkembangannya?

“Sebetulnya itni adalah rencana sementara. Karena kita perluas juga untuk meningkatkan Xpander. Nantinya sambil mempersiapkan kapasitas untuk Xpander, sementara kita akan lakukan impor. Tapi ini belum dilakukan,” ucap Director Sales & Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro saat ditemui Rabu (27/3/2019).

Demi Xpander dan Pajero Sport, Mitsubishi Singkirkan Mirage

Irwan juga menjelaskan, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah terkait dengan perizinan impor. Namun soal waktu, Irwan masih menutup keran informasi.

“Soal waktunya kita lihat nanti. Ada beberapa komposisi Pajero tidak diimpor (tetap lokal). Tapi lihat nanti kebutuhan pasar dan kebutuhan dipakai untuk Xpander,” ucap Irwan.

Soal kekhawatiran dengan melakukan impor Pajero harga yang ditawarkan akan naik, Irwan mengungkapkan konsumen tidak perlu khawatir. Sebab, seharusnya tidak ada kenaikan yang diberikan pada SUV tersebut.

“Secara prinsip harusnya tidak naik harganya. Karena impor itu juga belum terealisasi jadi harusnya impor dan ini harus sama. Jadi dari sisi konsumen, impor atau tidak itu sebetulnya bukan masalah, kalau internal kita karena menjaga pasokan Xpander cukup, Pajero juga aman,” ucap Irwan.

Sebelumnya, MMKSI telah mengumumkan  peningkatan produksi menjadi 220 ribu unit pada tahun fiskal 2020 dari hanya 160 ribu unit. Dari angka tersebut, Xpander mendapatkan peningkatan dari 115 ribu unit menjadi 160 ribu unit. Di sisi ekspor, low MPV ini meningkat menjadi 50 ribu unit dari 30 ribu unit.




Close Ads X