Avanza dan Veloz Kembali Mendominasi Jawa Timur

Kompas.com - 20/03/2019, 08:02 WIB
New Toyota Avanza saat sesi test drive di Magelang, Jawa Tengahdok TAM New Toyota Avanza saat sesi test drive di Magelang, Jawa Tengah

SURABAYA, KOMPAS.com - Sepak terjang Mitsubishi Xpander ternyata cukup menggangu pasar Toyota Avanza dan Veloz di Jawa Timur. Sejak Xpander hadir, penjualan Avanza di 2018 sempat turun hingga 12 persen.

Tapi kondisi ini berangsur pulih sejak Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan penyegaran untuk MPV sejuta umatnya di Januari 2019 lalu. Menurut Hasan, Kepala Cabang Auto2000 HR Muhammad-Surabaya, Jawa Timur, kini pasar Avanza dan Veloz kembali tumbuh dan memimpin pasar LMPV.

"Dibandingkan 2017, pasar di Surabaya tummbuh, tapi secara produk Avanza turun karena sebagain diambil Xpander. Sekarang ini, Avanza-Veloz balik jadi market leader dengan pengusaan pasar 37 persen, setelah itu Xpander di urutan kedua sekitar 20 persen," ucap Hasan kepada media di Surabaya, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Avanza atau Xpander, Ini MPV Terlaris di Februari 2019

Sejak diluncurkan, Avanza dan Veloz sudah mendapat sambutan yang cukup baik. Total surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk wilayah Jawa Timur sendiri hingga Februari lalu sebanyak 1.300 unit.

Namun demikian, untuk jumlah suplai unitnya sendiri masih terbilang minim, yakni antara 600-700-an unit. Dengan kondisi tersebut, Hasan mengklaim masa tunggu konsumen untuk mendapatkan unit Avanza dan Veloz baru sekitar 1 sampai 1,5 bulan.

New Avanza dan New Veloz resmi meluncur Selasa (15/1/2019)Kompas.com/Setyo Adi New Avanza dan New Veloz resmi meluncur Selasa (15/1/2019)
Sedangkan secara tipe, Avanza 1.300 cc diklaim Hasan masih mendominasi untuk wilayah Jawa Timur, dibandingkan Veloz 1.500 cc. Kondisi ini dikarenakan faktor pertimbangan harga dan segmentasi dari konsumennya itu sendiri.

"Jadi perbandinganya gini, kalau total 70 peresen itu Avanza dan 30 persen Veloz, tapi kalau diantara Veloz sendiri 70 persen Veloz 1.5L, dan 30 persennya Veloz 1.3L. Kenapa, karena konsumen akan merasa tanggung kalau sudah memilih Veloz tapi mesinya tetap 1.3L, jadi langsung larinya ke 1.5L," ucap Hasan.




Close Ads X