Konsumen Sepeda Motor Tak Ganggu Pasar Mobil Murah

Kompas.com - 15/03/2019, 15:25 WIB
Mobil murah terbaru Toyota, Calya, berstatus LCGC.Febri A/KompasOtomotif Mobil murah terbaru Toyota, Calya, berstatus LCGC.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar kendaraan murah atau yang biasa disebut LCGC saat ini terus menurun. Berdasarkan analisis Toyota, pasar LCGC tersebut tergerus dengan beragam pilihan, salah satunya dari motor-motor premium.

Perusahaan pembiayaan khusus sepeda motor, FIFGroup punya pendapat berbeda. CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya menyebut konsumen LCGC memang bisa beralih ke motor premium namun tidak terlalu banyak.

“Saya rasa tidak banyak, irisannya tipis. Ini kan sama seperti pertanyaan dulu kalau ada LCGC pengguna motor akan pindah. Jadi tidak terlalu,” ucap Margono saat ditemui Kamis (14/3/2019).

Margono menjelaskan, jika pilihan motor premium yang dimaksudkan adalah motor kelas 250 cc yang ada saat ini seperti Forza, PCX, CBR250RR juga model Ninja 250, Xmax atau Nmax, justru dari karakter konsumen tidak beririsan.

Toyota Tak Masalah Bila LCGC Kena Tambahan Pajak

Model motor sport misalnya, bagi konsumen LCGC jelas bukan pilihan karena biasanya yang menggunakan motor sport adalah anak muda.

“Jadi tidak ada overlap ya. Kalau yang punya LCGC juga punya PCX, bisa juga. Tapi kan bukan karena penggunaannya,” ucap Margono.

Disebutkan bahwa pasar LCGC Tanah Air berangsur turun. Beberapa sebab yang dianalisis Toyota adalah meningkatnya pasar low MPV yang diiringi dengan kemudahan kepemilikan, produk roda dua yang semakin banyak, serta berkembangnya fasilitas transportasi umum baik konvensional maupun online.




Close Ads X