Almaz Diharapkan Dongkrak Takhta Wuling di Indonesia

Kompas.com - 28/02/2019, 15:22 WIB
Wuling Almaz KOMPAS.com / Aditya MaulanaWuling Almaz

JAKARTA, KOMPAS.com - Performa penjualan Wuling di Indonesia dalam kurun waktu 2 tahun, terbilang cukup positif. Merek otomotif asal China itu berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sudah masuk 10 merek terlaris.

Apabila digabungkan dengan merek komersial, Wuling menduduki peringkat ke-9, sementara jika pabrikan mobil penumpang saja, becokol di urutan ke-6.

Secara wholesales sepanjang 2018 mencapai 17.002 unit, sedangkan retail sales 15.162 unit. Pencapaian itu ditopang oleh tiga model, yakni Confero, Cortez, dan Formo.

Lantas, dengan ada Almaz yang mengisi pasar di segmen sport utility vehicle (SUV) medium diharapkan bisa meningkatkan posisi tersebut.

Baca juga: Wuling Tak Mau "Perang" dengan Merek Jepang

"Kami memang tidak menargetkan harus terjual berapa unit, karena sedang fokus dulu mengembangkan jaringan. Kalau itu sudah terpenuhi maka kami percaya hasil penjulan pun mengikuti secara positif," ujar Yedi Yonadi Sondi, Sales Director Wuling Motors di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini.

Wuling Cortez 1.8L modifikasi.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Wuling Cortez 1.8L modifikasi.

Sejak pertama hadir di Indonesia pada 2016 sampai sekarang sudah memiliki 92 diler, dan target hingga akhir tahun ini diharapkan tembus 120 outlet di seluruh Tanah Air.

"Penerimaan Almaz juga menurut kami sangat luar biasa, di awal dalam satu bulan saja sudah lebih dari 1.000 unit. Kami merasa cukup percaya diri pada model ini," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X