Renault Siapkan Beragam Portofolio untuk Indonesia

Kompas.com - 27/02/2019, 11:46 WIB
Pengunjung melihat Renault Kwid saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017). Menjelang penutupan GIIAS stan Chevrolet memberikan potongan harga hingga dua juta rupiah. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPengunjung melihat Renault Kwid saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017). Menjelang penutupan GIIAS stan Chevrolet memberikan potongan harga hingga dua juta rupiah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Renault tengah memandang langkah baru setelah secara resmi berada di bawah manajemen PT Maxindo Renault Indonesia (MRI). Memandang beberapa kesalahan di masa lalu, Renault hadir dengan keinginan untuk memberikan lini produk lengkap bagi konsumen Tanah Air.

"Kami akan masuk ke berbagai segmen, mulai dari LCGC sampai SUV. Cuma modelnya, belum bisa dibicarakan dahulu," kata COO PT MRI, Davy J Tuilan saat bertandang ke kantor Kompas.com, Selasa (27/2/2019).

Salah satunya adalah menghadirkan pilihan transmisi yang diinginkan oleh beragam kalangan baik manual maupun otomatis. Ini setelah produk yang ditawarkan Renault sebelumnya hanya tersedia dalam pilihan transmisi manual.

"Dunia pemasaran otomotif itu tidak sederhana. Kalau produk hanya ditawarkan transmisi manual saja, susah untuk konsumen. Kita tahu Kwid sebelumnya ditawarkan hanya transmisi manual dan ini sulit," ucap Davy.

Menurut Davy pilihan transmisi mempengaruhi pilihan calon konsumen yang akan memboyong produk Renault. Sebab karakter pengguna transmisi manual biasanya ada di pinggiran kota besar sedangkan transmisi otomatis banyak di pusat perkotaan.

Baca juga: MPV 7-Penumpang Renault Meluncur Semester II 2019

Selain itu pilihan produk ini juga berpengaruh dari penilaian lembaga pembiayaan untuk mengucurkan dana. Jika pilihan hanya satu jenis produk saja maka jenis konsumen pun tidak terlalu luas, beseberangan dengan keinginan lembaga pembiayaan untuk meluaskan pasar.

Davy menjelaskan strategi yang diambil Renault saat ini adalah agresif. Selain membangun eksposure merek melalui pembangunan diler, Davy mengungkapkan produk yang akan dibawa di masa depan juga akan sesuai dengan pasar Indonesia.

"Kalau rencana CKD, pemerintah sudah bicara dan itu benar. Tapi soal produk, bukan kami yang akan menjawab, tapi Renault pusat. Yang jelas produk ini akan cocok untuk pasar Asia dan yang pasti beragam kemungkinan untuk berkolaborasi dengan aliansi juga terbuka lebar," papar Davy.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X