Faktor Manusia Dominasi Kecelakaan Truk

Kompas.com - 12/02/2019, 17:45 WIB
Truk bermuatan kayu yang terbalik dalam kecelakaan di Brasil.DAILY MIRROR / DIVULGA / ARTERIS Truk bermuatan kayu yang terbalik dalam kecelakaan di Brasil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk atau kendaraan komersial banyak menghiasi pemberitaan media massa. Seringkali kecelakaan tersebut juga menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak.

Masalah yang kerap diangkat adalah problem pada pengereman. Rem tidak berfungsi alias blong jadi alasan banyaknya kecelakaan yang melibatkan truk terjadi.

PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), sebagai salah satu produsen kendaraan komersial angkat bicara mengenai hal ini. Hino yang kerap dimintai bantuan untuk mendeteksi penyebab kecelakaan mengungkapkan penyebab utama kecelakaan kendaraan besar seperti truk ada pada faktor manusia atau pengemudi.

"Kecelakaan lebih banyak karena faktor kelelahan atau ketrampilan pengemudinya. Safety driving sangat penting, human error adalah penyebab nomor satu karena begitu kita cek mekanisnya semua aman, bekerja baik," ucap Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo saat ditemui Senin (12/2/2019).

Santiko mengungkapkan selama ini pengemudi truk kerap berkendara dalam kondisi kelelahan, biasanya akibat jam kerja. Penyebab lainnya adalah pengemudi kurang dibekali pengetahuan berkendara aman sehingga memperkecil risiko kecelakaan.

Baca juga: Hino Sudah Uji Coba Bahan Bakar B30

Selain karena faktor pengemudi, penyebab kecelakaan yang ditemui Hino adalah kesadaran untuk merawat armada yang tidak dilakukan pemilik usaha. Biasanya akibat padatnya kegiatan usaha menyebabkan kendaraan terus dipaksa bekerja.

"Perawatan harus berkala karena melihat kodisi kampas, fungsi rem angin. Periksa kebocoran angin, jadi ada beberapa yang memang harus diperiksa dalam perawatan berkala. Banyak konsumen menunda perawatan karena lagi banyak pemesanan. Kita selalu ingatkan untuk melakukan perawatan berkala, di sini kita maksimalkan pencegahan kecelakaan," ucap Santiko.




Close Ads X