Kompas.com - 12/02/2019, 14:25 WIB
|

Keluar dari Pakem

Mitsubishi tentu sadar sebagai pemain yang “terlambat” bertarung di segmen low MPV, membutuhkan sesuatu yang berbeda untuk bisa bersaing. Bukan hanya bersaing, tapi tujuan utama yakni menjadi salah satu pemegang pangsa pasar.

Selama hampir satu tahun lebih, Mitsubishi menggoda publik dengan memamerkan model konsep bernama XM Concept, sebagai cikal bakal dari Xpander. Desain yang futuristik bahkan terkesan agresif, sebagai cara untuk keluar dari pakem desain low MPV yang terkenal bermain aman dan konvensional.

Mitsubishi tidak tergoda untuk bercampur dengan satu lapak bernama low MPV, dan membuat kotak sendiri bernama small MPV. Kampanye ini terus digaungkan di pameran otomotif berskala internasional seperti IIMS dan GIIAS, serta pameran bersifat lokal. XM Concept dengan warna hijau kekuningan itu dipamerkan untuk mendapatkan respon positif dari publik.

Strategi lain sebelum melempar Xpander ke pasaran adalah membenahi layanan penjualan. Modal dasar sebelum melakukan penjualan adalah layanan yang bersifat penjualan dan purnajual.

Sektor ini juga langsung dibenahi Mitsubishi dengan mempersiapkan jaringan sebanyak-banyaknya di seluruh Indonesia. Mereka tentu sadar, sebaik-baiknya produk yang ditelurkan tanpa ada pembenahan di sektor sales dan aftersales tentu akan sia-sia.

Tak tanggung-tanggung, sampai awal 2019 MMKSI menargetkan akan membuka 142 diler di seluruh Indonesia. Angka diler ini melonjak jauh dibanding 2016 lalu yang belum menembus 100 diler kendaraan penumpang.

“Xpander punya konsep yang berbeda dengan tagline Next Generation MPV. Kita coba berbeda dan unggul dari semua sektor, termasul desain, kabin yang luas dan senyap, performa dan fitur-fitur. Xpander hadir bukan sebagai pelengkap, tapi buat mengubah peta persaingan, dan hasilnya kita mampu bersaing di posisi atas bahkan merebut pangsa pasar yang besar,” jelas Irwan Kuncoro, Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT MMKSI, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Hasilnya? Sudah sama-sama diketahui hegemoni mobil sejuta umat yang selama belasan tahun dikuasai duet Avanza-Xenia, langsung terusik dengan munculnya Xpander. Kondisi ini dibuktikan dengan total angka pemesanan yang menembus angka 115.000 unit hingga penghujung 2018 lalu.

Irwan menambahkan, Xpander telah mendapat penerimaan yang sangat baik dari konsumen Indonesia. "Ini berkat kesesuaian desain, fitur, performa, dan kenyamanan yang ditawarkan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat Indonesia," ucap Irwan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.