Honda Bicara Peluang Pebalap Lokal Berlaga di MotoGP

Kompas.com - 11/02/2019, 15:45 WIB
Dimas Ekky start dari posisi 6 di kelas Moto2 FIM CEV Repsol 2018 di Circuito de Jerez Spanyol, Minggu (30/9/2018)AHM Dimas Ekky start dari posisi 6 di kelas Moto2 FIM CEV Repsol 2018 di Circuito de Jerez Spanyol, Minggu (30/9/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) memiliki pebalap yang bernaung di bawah Astra Honda Racing Team ( AHRT) untuk berlaga di kejuaran lokal hingga internasional. Bahkan, tahun ini Dimas Ekky dipercaya untuk mengikuti balapan di kelas Moto2.

Moto2 sendiri merupakan kelas yang berada satu tingkat di bawah MotoGP. Tentunya, itu merupakan pencapaian yang cukup luar biasa bagi AHM melalui pebalap binaannya itu.

Executive Vice President Director PT AHM Johannes Loman menjelaskan, tidak mudah untuk bisa berlaga di Moto2, karena harus dimulai dan melewati beberapa tahapan, sampai akhirnya dapat balapan di kelas itu.

"Menurut saya itu pencapaian yang bagus, sehingga ke depan mungkin bisa lebih baik lagi dari itu, minimal ada pebalap binaan kami yang bisa balapan di kelas lebih atas lagi, yaitu MotoGP," ujar Loman akhir pekan lalu di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Dimas Ekky Baru Kuasai 7 Sirkuit di Moto2

Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya menambahkan, untuk 2019 ini merupakan tahun prestasi, sehingga seluruh pebalap AHRT diharapkan bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Mulai kelas 250 cc, 600 cc hingga balapan di Eropa kami harapkan bisa mempertahankan dominasi yang sudah dicapai sebelumnya," ujar Thomas di tempat sama.

Dimas Ekky berkomunikasi dengan tim untuk mendapatkan setelan terbaik di FIM CEV Repsol 2018 di Jerez, SpanyolKompasOtomotif - AFH Dimas Ekky berkomunikasi dengan tim untuk mendapatkan setelan terbaik di FIM CEV Repsol 2018 di Jerez, Spanyol

Paling penting, kata Thomas seluruh pebalap binaan AHM sudah melewati tahapan yang benar, sehingga pada akhirnya selain Dimas Ekky muncul pebalap lain yang bisa lebih baik lagi untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia.

"Ini bukan proses yang instan, tetapi proses ini bisa mencapai proses yang maksimal dan optimal. Sebab dalam dunia balap bukan hanya itu saja, tetapi kesuksesan didukung oleh banyak hal termasuk komunikasi dengan tim hingga teknologi dan tentunya kemampuan pebalap," ujar Thomas.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X