Jangan Pakai Teknik "Slipstream" di Tol, Berbahaya

Kompas.com - 08/02/2019, 15:02 WIB
Ilustrasi berkendara di tol trans jawadok.HPM Ilustrasi berkendara di tol trans jawa

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran akses tol Trans Jawa yang telah tersambung membuat pilihan pengendara untuk berpergian semakin mudah. Namun dengan jalur yang sangat panjang, ada beberapa kebiasaan yang harus dihilangkan pengendara selama menggunakan jalan tol.

Salah satunya adalah kebiasaan mengikuti kendaraan lain dari belakang. Ini kerap terlihat dilakukan oleh pengendara dengan mengikuti bus antar kota yang berjalan dengan kecepatan tinggi atau kendaraan penumpang lain yang berjalan beriringan.

Teorinya adalah memanfaatkan aliran udara atau slipstream yang diklaim dapat menghemat bahan bakar. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan, kebiasaan seperti ini tidak boleh dilakukan, dan tidak hanya di tol tapi juga jalan biasa.

"Slipstream itu teknik balap, buat apa dilakukan di jalan tol biasa. Baiknya kalau memang mau menghemat bahan bakar tentu melakukan teknik eco-driving," ucap Sony saat dihubungi Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Kuliner Sepanjang Tol Trans Jawa, Citarasa Mal Sampai Angkringan

Sony mengungkapkan, teknik slipstream bisa diganti dengan teknik berkendara sesuai aturan di jalan tol yakni kecepatan maksimal menyesuaikan rambu. Selain itu jaga putaran mesin konstan dan tidak banyak melakukan manuver.

Teknik slipstream berbahaya dilakukan mengingat jarak antar kendaraan cukup dekat. Ini dapat menimbulkan potensi kecelakaan beruntun akibat kurangnya ruang untuk bereaksi.

"Teorinya kan misal kecepatan 80 kpj, jaraknya 80 meter. Bisa juga dengan teori tiga detik antar kendaraan. Itu yang justru dapat menghemat bahan bakar juga aman dilakukan," ucap Sony.

OtomotifKOMPAS.com Tim Otomotif Kompas.com mengomparasi waktu tempuh dan biaya antara jalur Tol dan Non Tol dari Cikampek-Surabaya. Kedua tim menggunakan sepesifikasi ...



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Kabin Mobil Bisa Jadi Sarang Kotoran

Kabin Mobil Bisa Jadi Sarang Kotoran

Tips N Trik
Kawasaki KLX 230 Versi Ekspor Sudah Pakai ABS

Kawasaki KLX 230 Versi Ekspor Sudah Pakai ABS

News
Ban Khusus Motor MiniGP Buatan Lokal

Ban Khusus Motor MiniGP Buatan Lokal

Aksesoris
Kotoran Burung, Musuh Utama Mobil saat Parkir

Kotoran Burung, Musuh Utama Mobil saat Parkir

Tips N Trik
Terlalu Sering Cuci Mobil, Ada Efek Negatifnya

Terlalu Sering Cuci Mobil, Ada Efek Negatifnya

Tips N Trik
Sigra Masih Jadi Mobil Terlaris Daihatsu

Sigra Masih Jadi Mobil Terlaris Daihatsu

News
Honda Enggan Berkomentar soal MPV Murah Renault

Honda Enggan Berkomentar soal MPV Murah Renault

News
Fungsi 'Coating' untuk Mobil Bekas

Fungsi "Coating" untuk Mobil Bekas

Tips N Trik
Kawasaki KLX 230 Tak Lagi Karburator

Kawasaki KLX 230 Tak Lagi Karburator

News
Jualan Calya Turun, Ini Kata Toyota

Jualan Calya Turun, Ini Kata Toyota

News
Duet KLX 230 dan KLX 230R Lengkapi Pasukan 'Garuk Tanah' Kawasaki

Duet KLX 230 dan KLX 230R Lengkapi Pasukan "Garuk Tanah" Kawasaki

News
Kawasaki Indonesia Tepis Kabar Produksi Ninja ZX-25R

Kawasaki Indonesia Tepis Kabar Produksi Ninja ZX-25R

News
Nissan Belum Terbuka dengan Penjualan Livina

Nissan Belum Terbuka dengan Penjualan Livina

News
Alasan Menggunakan Mesin Baru di Hilux 'Single Cabin'

Alasan Menggunakan Mesin Baru di Hilux "Single Cabin"

Teknologi
Cara Mudah Merawat Busi Tetap Prima

Cara Mudah Merawat Busi Tetap Prima

Tips N Trik

Close Ads X