Mitsubishi Indonesia Kehilangan Rp 1 T dari Pasar Pikap Kecil - Kompas.com

Mitsubishi Indonesia Kehilangan Rp 1 T dari Pasar Pikap Kecil

Kompas.com - 08/02/2019, 08:02 WIB
Produksi terakhir Mitsubishi Colt T120SSInstagram Produksi terakhir Mitsubishi Colt T120SS

Medan, KOMPAS.com – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) terpaksa kehilangan pasar pikap kecil, karena andalannya Colt T-120ss berhenti produksi sejak akhir 2018 lalu. Padahal segmen pikap ringan ini cukup besar porsi pasarnya di Indonesia, sehingga banyak merek-merek bersaing meraih penjualan terbesar.

Irwan Kuncoro, Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI, mengatakan, pikap Colt T-120ss merupakan produk joint venture dengan Suzuki. Ketika Suzuki mengumumkan menghentikan produksi Carry, otomatis pikap Mitsubishi juga stop.

Colt-T120ss produksi sudah berakhir, tapi untuk penjualan masih ada satu sampai dua bulan ke depan. Satu hal yang mau kami tekankan, adalah ketersediaan suku cadang, jangan khawatir, masih dijamin,” ucap Irwan di Medan, Kamis (7/2/2019).

Pikap ini, kata Irwan, banyak mendapatkan pasokan komponen dari Suzuki, sehingga saling berkaitan. Terkait rencana Suzuki mau melepas generasi terbaru pikap Carry, pihak MMKSI, kata Irwan, masih belum mau bicara banyak.

Baca juga: Colt T120SS Pensiun, Bagaimana Suzuki Carry?

Suzuki Carry pick up di Kabar Wirausaha Suzuki, Surabaya.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Suzuki Carry pick up di Kabar Wirausaha Suzuki, Surabaya.

“Mengenaik kedepannya (joint venture berlanjut), ini masih dipelajari. MMC (Mitsubishi Motors Corporation) selaku prinsipal masih mempelajari dan sampai saat ini belum ada yang bisa diinformasikan,” ucap Irwan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2018, total pasar kendaraan niaga untuk kategori pikap, tercatat 143.473 unit. Suzuki merupakan penguasa pasar terbesar dengan cakupan pasar 54.942 unit (38,2 persen). Suzuki mengandalkan Carry dan Mega Carry (APV pikap) untuk menggeruduk segmen ini.

Peringkat kedua ada Daihatsu dengan 42.389 unit, menguasai pasar 29,5 persen. Daihatsu punya jagoan Gran Max di segmen ini dan Hi-Max yang relatif minim dalam hal menyumbang penjualan.

Sedangkan, Mitsubishi tercatat menikmati pasar dengan porsi terbesar ketiga, lewat tiga model andalannya, yakni Colt T-120ss, L300, dan Triton. Jumlah penjualannya tercatat 36.468 unit. Penjualannya dari Colt T-120ss sendiri, mencakup 9.504 unit sepanjang 2018.

Mitsubishi memasarkan Colt T-120ss dalam empat varian, dibanderol mulai Rp 112,5 juta – Rp 117,5 juta per unit, on the road Jakarta. Kalau harus menyaksikan, 9.000 unit penjualan menghilang, kalau dikalkulasikan saja dengan banderol termurah, maka potensial lost omzet yang harus diterima MMKSI rahun ini, sekitar Rp 1 triliun.



Close Ads X