Upaya untuk Mengurangi Penggunaan Identitas Palsu pada Kendaraan

Kompas.com - 30/01/2019, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak terungkap pemilik mobil mewah atau sejenis supercar menggunakan identitas palsu ketika melakukan registrasi kendaraan. Salah satu tujuan utama, agar terhindar dari pembayaran pajak progresif.

Sebab, pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik mobil mewah sangat besar. Secara nominal bisa mencapai ratusan juta rupiah, belum lagi ditambah progresif dan lain sebagainya.

Menurut Kasubdit Regident Polda Metro Jaya AKBP Sumardji, ada beberapa cara yang bisa dilakukan bahkan sudah pernah dijalankan, agar mengurangi penggunaan identitas palsu ketika daftar kendaraan baru.

Sumardji menjelaskan, pertama membangun sistem online antara Samsat dengan Dukcapil, sehingga apabila NIK tidak terdaftar pada Dukcapil, maka kendaraan bermotor tersebut tidak bisa diregistrasikan.

Baca juga: Fakta Banyak Pemilik Mobil Mewah yang Culas Pakai Alamat Palsu

"Ini yang sedang kita fokuskan, agar tidak ada lagi kecurangan seperti yang banyak terjadi belakangan ini," ujar Sumardji kepada Kompas.com, Selasa (29/1/2019) malam.

Cara lain, bisa juga dengan memberlakukan kebijakan penambahan persyaratan pendaftaran kendaraan baru. Sebagai contoh, mencantumkan alamat email dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Sejumlah pelanggar razia pajak di Penjaringan mengurus pembayaran pajaknya di hadapan petugas Samsat Jakarta Utara, Rabu (21/11/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Sejumlah pelanggar razia pajak di Penjaringan mengurus pembayaran pajaknya di hadapan petugas Samsat Jakarta Utara, Rabu (21/11/2018).

"Ini sebenarnya juga sudah dimulai, dan akan kita fokuskan lagi mulai dari sekarang ini," kata dia.

Terakhir, lanjut Sumardji melakukan razia bersama antar pemangku kepentingan, khususnya yang belum mendaftar ulang atau tidak membayar pajak.

"Ini juga sudah kita lakukan hasilnya juga cukup baik, banyak yang akhirnya membayar pajak di tempat, dan kita juga jadi lebih tahu ternyata banyak yang menggunakan identitas palsu," ucap Sumardji.

Harapan dia, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang melakukan hal tersebut. Menurut dia, patuhilah semua peraturan dan bayar pajak kendaraan tepat waktu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.