M Wahab S
Pengamat F1 dan Otomotif Nasional

Komentator F1, penulis lepas, founder Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif Indonesia (FK3O), Manager Operasional Shop & Drive PT Astra otoparts Tbk (1999 - 2001), General Manager PT Artha Puncak Semesta Indonesia. Akun twitter : @emwees.

kolom

F1: Mengapa Kita Kalah dari Vietnam?

Kompas.com - 25/01/2019, 10:09 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Menurut gosip yang berkembang, mereka diberikan waktu penyelenggaraan awal April, dibuat tidak terlalu dekat dengan GP Singapore (September). Alasannya, penerangan di sirkuit pada malam hari yang digelar di Vietnam dilakukan dengan menyewa dari penyelenggara GP Singapore dan perlu 1-2 bulan persiapan.

Indonesia

Belajar dari apa yang dilakukan Malaysian GP serta Singapore GP, mengapa Indonesia tidak bisa berbuat banyak untuk menjadi tuan rumah balapan Formula 1?

Logikanya, apa yang dilakukan Vietnam adalah sesuatu yang bisa dilakukan di negara kita. Sangat tidak masuk akal kita berharap swasta akan membangun sirkuit permanen, karena pasti kurang seksi secara bisnis akibat pengembalian modal yang cukup lama.

Peran pemerintah untuk membangun sepertinya lebih tidak masuk akal dengan situasi seperti sekarang ini. Peran pengusaha hotel, restoran, transportasi dan lainnya dirasa cukup bisa mendukung penyelenggaraan event kelas dunia.Tinggal sekarang siapa penguasaha atau konsorsium di Indonesia yang mau dan mampu untuk menjadi pionir seperti peran Ong Beng Seng dan Pham Nhat Vuong.

Untung Rp 280 miliar

Tidak perlu membuat sirkuit baru, rasanya sirkuit jalan raya paling cocok untuk ditindak lanjuti dan lokasi tentu dicari yang mempunyai pengaruh bisnis yang luas seperti Jakarta atau Surabaya.

Pebalap Mercedes Lewis Hamilton memacu mobilnya di depan rekan setimnya Valtteri Bottas, pebalap Ferrari Kimi Raikkonen dan pebalap Red Bull Max Verstappen saat menjalani balapan Formula 1 (F1) GP Jerman yang berlangsung di Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, Minggu (22/7/2018). Kemenangan diraih pebalap Mercedes Lewis Hamilton secara dramatis setelah mengawali balapan dari urutan ke-14.AFP PHOTO/ANDREJ ISAKOVIC Pebalap Mercedes Lewis Hamilton memacu mobilnya di depan rekan setimnya Valtteri Bottas, pebalap Ferrari Kimi Raikkonen dan pebalap Red Bull Max Verstappen saat menjalani balapan Formula 1 (F1) GP Jerman yang berlangsung di Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, Minggu (22/7/2018). Kemenangan diraih pebalap Mercedes Lewis Hamilton secara dramatis setelah mengawali balapan dari urutan ke-14.

Mengutip berita yang saya baca di koran lokal Singapura, mereka masih meraup untung sekitar 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 280 miliar dalam penyelenggaraan F1 musim 2011.

Sepertinya saya masih harus bermimpi ada grand stand dan start finish area di depan lapangan IRTI. Tikungan 1 hairpin di dekat gambir, kemudian melewati depan kantor Gubernur DKI belok kiri di jalan Sabang dan berkelak-kelok menuju bundaran HI, lalu kembali menuju area Monas dengan berbelok di depan patung Arjuna Wiwaha.

Sebuah sirkuit jalan raya dengan latar belakang Monumen Nasional dengan sinar lampu yang sangat indah.

Pengunjung dengan latar belakang Tugu Monas di malam hari, Jumnat (15/6/2018).KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Pengunjung dengan latar belakang Tugu Monas di malam hari, Jumnat (15/6/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.