Isuzu "Pede" Naikan Target 21,6 Persen di 2019

Kompas.com - 25/01/2019, 07:22 WIB
Isuzu Traga, model pikap medium. KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRIIsuzu Traga, model pikap medium.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menetapkan target penjualan sebanyak 30.750 unit di 2019. Jumlah tersebut lebih besar 21,6 persen dibandingkan pencapaian pada 2018 yang berhasil ditutup dengan jumlah 25.286 unit.

General Manager Marketing Division PT IAMI Attias Asril, menjelaskan, penetapan target yang lebih tinggi merupakan bentuk optimisme Isuzu pada pertumbuhan kondisi ekonomi di Indonesia.

"Kalau dilihat, tahun ini pembangunan infrastruktur masih terus berjalan begitu juga dari sektor logistik. Kondisi ini memungkinkan adanya pertumbuhan khususnya di segmen komersil. Harapannya kami bisa tumbuh hingga 21,6 persen tahun ini," ucap Attias kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Baca juga: Penjualan Isuzu Naik Berkat Elf

Dari total penjualan tersebut, Isuzu memprediksi Elf tetap menjadi produk yang paling mendominasi. Bila di 2018 lalu berhasil terjual 14.966 unit, diharapkan pada 2019 ini penjualannya bisa tumbuh 15 persen atau 17.200 unit.

Sementara untuk Isuzu Giga, diharapkan bisa berkontribusi 5.250 unit, atau naik 24 persen dari pencapaian di 2018, yakni 4.212 unit. Penetapan target tertinggi dipercayakan Isuzu model baru yang diluncurkan 2018 lalu, yakni Traga.

New Isuzu Giga tractor head New Isuzu Giga tractor head
Menurut Attias, Traga cukup berkontribusi bagi penjualan Isuzu di 2018 dengan penjualan 2.751 unit. Untuk 2019, Isuzu mematok target penjualan Traga sebanyak 5.300 unit, atau naik 92 persen dari hasil tahun lalu.

Sementara dari segmen light commercial vahicle (LCV), Isuzu berharap D-max bisa terjual sebanyak 680 unit, naik 28 persen dibandingkan pencapaian tahun ini.

Baca juga: Ini Titik Akhir Perjalanan Isuzu Panther di Indonesia

Tidak hanya kenaikan, target penurunan target juga ikut dilakukan Isuzu pada produk kendaraan penumpangnya, yakni Panther dan mu-X. Panther yang semula memliki target 2.078 unit dipangkas menjadi 1.700 unit, sementara mu-X menjadi 620 unit, lebih rendah 15 persen dari pencapaian di 2018 dengan jumlah 737 unit.

"Panther sengaja kita tidak naikan karena terjadi pergeseran konsumen pengguna MPV ke SUV. Persaingannya pun cukup ketat, dan sampai saat ini kami memang belum ada rencana untuk meluncurkan pengembangan dari Panther, jadi rasanya pantas bila kita prediksikan akan turun. ," ucap Attias.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X